AS Serukan Warganya Segera Tinggalkan Timur Tengah, Cakup 14 Negara
Pemerintah Amerika Serikat telah mengeluarkan seruan mendesak kepada warganya untuk segera meninggalkan kawasan Timur Tengah, mulai dari Mesir ke arah timur. Langkah ini diambil karena kekhawatiran mendalam terhadap keselamatan warga Amerika pasca serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Peringatan Resmi dari Departemen Luar Negeri AS
Dilansir dari kantor berita AFP pada Selasa (3/3/2026), Departemen Luar Negeri Amerika Serikat secara resmi menyerukan warga Amerika untuk SEGERA MENINGGALKAN negara-negara yang tercantum dalam daftar. Mora Namdar, Asisten Menteri Luar Negeri AS untuk urusan konsuler, menyampaikan peringatan ini melalui unggahan di media sosial X, yang mencakup 14 negara di kawasan tersebut.
Dalam pernyataannya, Namdar menekankan bahwa warga Amerika harus menggunakan transportasi komersial yang tersedia, mengingat adanya risiko keselamatan yang serius. Saat ini, pemerintah AS meminta warganya untuk pergi secara komersial, meskipun penerbangan di sebagian besar wilayah telah sangat terganggu, dan belum mengatur evakuasi mandiri.
Daftar Negara yang Terdampak dan Konteks Ketegangan
Peringatan tersebut mencakup Mesir, negara terpadat di kawasan Timur Tengah, yang selama bertahun-tahun memiliki hubungan tegang dengan Iran. Mesir hanya mengalami sedikit dampak langsung sejak serangan Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu (28/2) lalu.
Selain itu, daftar tersebut juga mencantumkan semua negara-negara Arab Teluk, di mana Iran telah menembakkan drone dan rudal sebagai balasan atas kehadiran pasukan AS di sana. Negara-negara lain yang termasuk dalam peringatan ini adalah:
- Israel dan wilayah Palestina
- Irak
- Yordania
- Lebanon
- Suriah
Semua negara ini telah terkena dampak perang secara signifikan, meningkatkan kekhawatiran akan keselamatan warga asing, termasuk warga Amerika.
Implikasi dan Respons Terkini
Seruan ini muncul dalam konteks ketegangan yang meningkat di Timur Tengah, di mana serangan AS-Israel ke Iran berpotensi memicu konflik yang lebih luas. Pemerintah Amerika Serikat terus memantau situasi dan mendesak warganya untuk mengambil tindakan pencegahan dengan segera meninggalkan kawasan berisiko tinggi.
Meskipun transportasi komersial masih tersedia, gangguan penerbangan yang terjadi di banyak wilayah menambah kompleksitas evakuasi. Otoritas AS menekankan pentingnya kepatuhan terhadap peringatan ini untuk menghindari insiden yang tidak diinginkan.
