Komisi I DPR Sambut Damai AS-Iran: Berpotensi Tekan Harga Minyak dan Inflasi
Komisi I DPR Sambut Damai AS-Iran: Tekan Harga Minyak dan Inflasi

Komisi I DPR Sambut Damai AS-Iran: Berpotensi Tekan Harga Minyak dan Inflasi

Wakil Ketua Komisi I DPR, Sukamta, menyambut baik tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Menurutnya, kesepakatan ini bisa berdampak besar terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah dan keamanan global.

"Saya menyambut baik tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Apa pun bentuk dan detail final dari kesepakatan tersebut, penghentian konflik bersenjata merupakan langkah positif bagi stabilitas kawasan Timur Tengah dan keamanan global," kata Sukamta kepada wartawan, Selasa (16/6/2026).

Sukamta menilai Indonesia juga berpotensi merasakan dampak positif secara langsung, terutama di sektor ekonomi dan energi. Ia menjelaskan bahwa Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran energi terpenting di dunia.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

"Meredanya ketegangan di kawasan tersebut berpotensi mengurangi tekanan terhadap harga minyak dunia, menjaga stabilitas pasokan energi, serta membantu menekan risiko inflasi dan kenaikan biaya logistik yang dapat berdampak pada masyarakat," ujarnya.

Meski demikian, politikus PKS ini mengingatkan bahwa kesepakatan damai tidak serta-merta menyelesaikan seluruh persoalan. Masih terdapat berbagai isu strategis yang membutuhkan komitmen dan proses panjang dari seluruh pihak terkait.

"Karena itu, dunia internasional perlu terus mendorong agar perdamaian yang tercapai tidak bersifat sementara, tetapi berkembang menjadi stabilitas yang berkelanjutan," katanya.

Menurutnya, peristiwa ini juga menjadi pelajaran bahwa konflik bersenjata pada akhirnya akan kembali diselesaikan melalui jalur diplomasi. Dialog, negosiasi, dan penghormatan terhadap hukum internasional harus menjadi pilihan utama dalam menyelesaikan perselisihan antarnegara.

"Indonesia sejak awal konsisten mendorong penyelesaian konflik melalui jalur damai. Sikap politik luar negeri bebas aktif yang dianut Indonesia terbukti tetap relevan di tengah meningkatnya rivalitas geopolitik global," ujarnya.

"Kita tidak berkepentingan melihat eskalasi konflik, melainkan berkepentingan pada terciptanya stabilitas internasional yang mendukung pembangunan nasional dan kesejahteraan rakyat," sambung dia.

Dia pun meminta pemerintah menjadikan momentum ini untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Konflik yang berlangsung singkat saja bisa menunjukkan kerentanan negara-negara pengimpor energi terhadap gejolak geopolitik global.

"Selain itu, Indonesia perlu mengambil pelajaran bahwa dunia saat ini memasuki era yang semakin tidak pasti. Konflik di Ukraina, Gaza, ketegangan di Laut China Selatan, hingga konfrontasi antara Iran dan Amerika Serikat menunjukkan bahwa stabilitas global tidak lagi dapat dianggap sebagai sesuatu yang permanen," paparnya.

"Karena itu, selain memperkuat diplomasi, Indonesia juga harus terus memperkuat ketahanan nasional, baik di bidang pertahanan, pangan, energi, teknologi, maupun keamanan siber agar tidak terlalu rentan terhadap guncangan eksternal," lanjut dia.

Sukamta berharap kesepakatan damai AS dan Iran tak hanya mengakhiri ketegangan kedua negara, tetapi juga menjadi langkah awal menuju perdamaian di Timur Tengah.

"Termasuk penyelesaian berbagai konflik yang masih berlangsung di kawasan tersebut, khususnya konflik Palestina yang hingga hari ini masih menjadi sumber instabilitas dan penderitaan kemanusiaan yang besar," tuturnya.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menyatakan kesepakatan damai dengan Iran telah tercapai. Blokade militer AS di Selat Hormuz kini resmi berakhir.

"Dengan ini saya sepenuhnya mengizinkan pembukaan Selat Hormuz tanpa biaya tol, dan, secara bersamaan, mengizinkan pencabutan segera blokade Angkatan Laut Amerika Serikat," tulis Trump dilansir CNN.

"Kapal-kapal di dunia, nyalakan mesin Anda. Biarkan minyak mengalir!" sambung Trump.

Pengumuman dari Trump itu tidak lama setelah Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengumumkan Iran dan AS telah sepakat berdamai. Di Truth Social miliknya, Trump membenarkan kabar tersebut dan mengatakan semua dokumen perjanjian damai dengan Iran telah disepakati.

"Kesepakatan dengan Republik Islam Iran kini telah selesai. Selamat kepada semua!" kata Trump.

Amerika Serikat dan Iran telah sepakat berdamai untuk mengakhiri perang. Kedua negara akan menandatangani kesepakatan damai pada 19 Juni mendatang.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga