Pemerintah Terapkan WFH Sehari Seminggu untuk ASN dan Swasta
WFH Sehari Seminggu Diterapkan untuk ASN dan Swasta

Pemerintah Resmi Terapkan Kebijakan Kerja dari Rumah Sehari dalam Seminggu

Pemerintah Indonesia secara resmi menerapkan kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) selama satu hari dalam setiap pekan. Kebijakan strategis ini berlaku secara menyeluruh bagi aparatur sipil negara (ASN) maupun karyawan sektor swasta sebagai bagian integral dari transformasi budaya kerja nasional yang lebih adaptif.

Upaya Meningkatkan Efisiensi dan Mobilitas

Selain bertujuan untuk mentransformasi budaya kerja, penerapan WFH ini juga merupakan upaya konkret pemerintah dalam meningkatkan efisiensi energi dan mobilitas di tengah dinamika perkotaan yang semakin padat. Dengan mengurangi aktivitas perjalanan ke kantor, diharapkan dapat menekan konsumsi bahan bakar serta mengurangi kemacetan lalu lintas.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, secara khusus menyampaikan bahwa untuk kalangan ASN, pemerintah telah menetapkan pelaksanaan WFH dilakukan setiap hari Jumat. "Penerapan work from home bagi ASN di instansi pusat dan daerah dilakukan satu hari kerja dalam seminggu, yaitu setiap hari Jumat yang akan diatur melalui surat edaran Menteri PAN-RB dan Menteri Dalam Negeri," jelas Airlangga dalam konferensi pers daring yang diselenggarakan pada Selasa, 31 Maret 2026.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Dasar Hukum dan Implementasi

Kebijakan ini akan memiliki dasar hukum yang kuat melalui surat edaran resmi dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) serta Kementerian Dalam Negeri. Surat edaran tersebut akan mengatur secara detail tata cara pelaksanaan, hak dan kewajiban pegawai, serta mekanisme pengawasan selama penerapan WFH.

Bagi sektor swasta, meskipun tidak diwajibkan secara ketat seperti ASN, pemerintah mendorong perusahaan-perusahaan untuk mengadopsi kebijakan serupa sebagai bentuk kontribusi terhadap efisiensi nasional dan kesejahteraan karyawan. Langkah ini dianggap sejalan dengan tren global yang semakin mengedepankan fleksibilitas dalam pola kerja.

Transformasi budaya kerja melalui WFH diharapkan tidak hanya memberikan dampak positif terhadap lingkungan dan mobilitas, tetapi juga meningkatkan produktivitas serta keseimbangan kehidupan kerja bagi para pekerja di berbagai sektor.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga