Kasatgas Tito Karnavian Tinjau Langsung Kondisi Pengungsi di Aceh Tamiang
Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, yang juga menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri, melakukan kunjungan langsung ke Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, pada Sabtu (4/4/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan percepatan penanganan warga terdampak bencana, termasuk mereka yang masih bertahan di tenda pengungsian.
Dialog dengan Pengungsi di Tiga Desa
Dalam peninjauan tersebut, Tito berdialog secara langsung dengan para pengungsi di tiga desa yang terletak di Kecamatan Sekerak, yaitu Lubuk Sidup, Tanjung Gelumpang, dan Sekumur. Ia mengungkapkan bahwa jumlah pengungsi telah mengalami penurunan yang signifikan dibandingkan dengan kondisi awal pascabencana yang terjadi pada akhir November 2025.
"Dari sekitar 2,1 juta jiwa yang sempat mengungsi di tiga provinsi terdampak, kini jumlahnya semakin berkurang," ujar Tito. Ia menambahkan bahwa persentase pengungsi yang sudah tidak tinggal di tenda mendekati 100 persen, dengan perkiraan sekitar 300 Kepala Keluarga atau 1.000 orang yang masih mengungsi, dibandingkan angka awal yang mencapai 2,1 juta jiwa.
Fokus pada Pembangunan Hunian dan Bantuan Sosial
Meskipun jumlah pengungsi yang tersisa relatif sedikit, pemerintah tetap memberikan perhatian penuh, khususnya di Aceh Tamiang dan Bireuen. Tito menyaksikan progres pembangunan hunian sementara (huntara) di sejumlah desa, termasuk Sekumur, dan optimistis bahwa pembangunan ini dapat segera rampung dalam waktu dekat, asalkan cuaca mendukung.
Kondisi geografis, seperti akses jalan yang terdampak longsor, menjadi salah satu kendala dalam percepatan pembangunan di wilayah tersebut. "Mudah-mudahan cuaca mendukung, sehingga akhir minggu depan semua huntara in-situ bisa dibangun oleh BNPB," harapnya.
Selain pembangunan hunian, pemerintah juga memastikan berbagai bantuan diberikan kepada masyarakat terdampak, meliputi:
- Bantuan lauk-pauk dan sembako
- Perabot rumah tangga dan peralatan dapur
- Stimulan ekonomi
- Penyediaan air bersih melalui sumur bor
Rencana Pembangunan Hunian Tetap (Huntap)
Berdasarkan aspirasi masyarakat yang menginginkan relokasi dari kawasan rawan bencana, Tito mengungkapkan rencana pembangunan hunian tetap (huntap) secara terpusat. "Masyarakat menghendaki agar dibangunkan hunian tetap dalam bentuk kompleks, karena daerahnya rawan di pinggir sungai," jelasnya.
Proses pembangunan huntap akan dilakukan setelah ketersediaan lahan dipastikan, dengan melibatkan kementerian terkait. Selama masa transisi, pemerintah menjamin kebutuhan pengungsi tetap terpenuhi melalui huntara dan bantuan sosial berkelanjutan.
Penyerahan Bantuan dan Kehadiran Pejabat
Pada kesempatan tersebut, Tito menyerahkan sejumlah paket bantuan, termasuk perlengkapan ibadah, sembako, peralatan dapur, dan toren air kapasitas 2.000 liter. Turut hadir dalam peninjauan ini Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi, jajaran Forkopimda, Rektor IPDN Halilul Khairi, Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri Safrizal ZA, serta pejabat Kemendagri lainnya.
Kunjungan ini menegaskan komitmen pemerintah dalam mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, dengan fokus pada kesejahteraan pengungsi yang masih membutuhkan dukungan.



