Mendagri Jamin Objektivitas Penilaian Apresiasi Pemda Berprestasi 2026
Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian, menegaskan bahwa proses penilaian dalam Apresiasi Pemerintah Daerah (Pemda) Berprestasi 2026 berjalan secara objektif. Penilaian tersebut mengacu sepenuhnya pada data kuantitatif serta indikator kinerja yang terukur secara berkala. Langkah ini diambil untuk menjamin transparansi dan keadilan bagi seluruh daerah yang berkompetisi.
Evaluasi performa mencakup beberapa sektor penting, seperti penanggulangan kemiskinan, penurunan stunting, pembiayaan kreatif, pengendalian inflasi, hingga penekanan angka pengangguran terbuka. Tito menyatakan bahwa tim penilai diawasi secara ketat untuk memastikan kredibilitas Kemendagri. Data yang digunakan bersifat kuantitatif, terbuka, dan dapat dipertanggungjawabkan. Indikator yang dipakai merupakan isu-isu yang menjadi perhatian pemerintah, seperti kemiskinan, pengangguran, stunting, dan inflasi. Khusus untuk inflasi, datanya dipantau dan diperbarui setiap minggu.
Pembagian Regional dan Agenda Strategis
Kemendagri membagi pelaksanaan apresiasi ke dalam enam regional, yaitu Sumatera, Kalimantan, Maluku-Nusa Tenggara, Jawa-Bali, Sulawesi, dan Papua. Skema regional ini diterapkan agar kompetisi berlangsung lebih proporsional dan memberikan ruang yang setara bagi daerah sesuai kapasitas masing-masing. Selain menghadiri acara apresiasi, Tito juga menjalani sejumlah agenda strategis lain di Yogyakarta, termasuk kegiatan terkait program perumahan rakyat dan Rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Regional Jawa-Bali.
Menurut Tito, masalah perumahan berhubungan langsung dengan kemiskinan, pengangguran, dan kemiskinan ekstrem. Akar masalah utama berada di rumah. Sementara itu, Rapat Forkopimda bertujuan menjaga stabilitas politik dan keamanan. Tito menyampaikan bahwa rangkaian apresiasi pemda akan terus berlanjut, termasuk di regional Papua yang jadwalnya menyusul dalam waktu dekat. Program ini diharapkan mendorong daerah untuk terus berinovasi dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Pesan kepada Publik
Tito juga menegaskan bahwa program apresiasi ini sekaligus menjadi pesan kepada publik bahwa masih banyak kepala daerah yang bekerja dengan baik di tengah sorotan terhadap sejumlah kasus hukum yang melibatkan pejabat daerah. Ia menekankan bahwa acara ini memberikan message kepada publik bahwa terlepas dari adanya beberapa kepala daerah yang menghadapi masalah hukum, cukup banyak kepala daerah yang peduli kepada rakyatnya, berprestasi, dan mampu menangani kemiskinan, pengangguran, serta inflasi.



