Kemendagri Dorong Patenkan Inovasi Daerah di Innovative Government Award 2025
Kemendagri Dorong Patenkan Inovasi Daerah di IGA 2025

Kemendagri Dorong Patenkan Inovasi Daerah di Innovative Government Award 2025

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menegaskan pentingnya perlindungan hukum melalui paten hak cipta bagi karya inovasi daerah. Hal ini disampaikan dalam rangkaian Penganugerahan Innovative Government Award (IGA) 2025 dan Penyerahan Sertifikat Hak Cipta Inovasi Provinsi Jawa Timur yang digelar di Surabaya, Kamis (12/2/2026).

Perlindungan Hukum sebagai Fondasi Ekosistem Inovasi

Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kemendagri, Yusharto Huntoyungo, menyatakan bahwa penyerahan sertifikat hak cipta bukan sekadar proses administratif. Ini merupakan bentuk penghargaan negara terhadap ide, kreativitas, dan kerja keras pemerintah daerah dalam menghadirkan terobosan pelayanan publik.

Yusharto menekankan, perlindungan hak cipta adalah fondasi penting untuk membangun ekosistem inovasi yang sehat dan berkelanjutan. Dengan legalitas hukum, inovasi daerah tidak hanya terlindungi, tetapi juga memiliki peluang lebih besar untuk direplikasi dan dikembangkan di wilayah lain.

Apresiasi untuk Jawa Timur dan Dorongan Replikasi

Dalam kesempatan tersebut, Yusharto mengapresiasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur, khususnya Dinas Pendidikan, atas konsistensinya dalam membangun budaya inovasi. Jawa Timur tercatat sebagai provinsi dengan jumlah inovasi bidang pendidikan tertinggi secara nasional, mencapai 1.723 inovasi.

Yusharto mengimbau Pemprov Jawa Timur untuk terus memperkuat perlindungan hak cipta agar inovasi yang dihasilkan memiliki keberlanjutan, kualitas, dan skala pemanfaatan yang lebih luas. Ia juga mendorong replikasi inovasi ini menjadi standar baru dalam pelayanan publik, termasuk di sektor pendidikan nasional.

Manfaatkan Platform Berbagi Inovasi

Yusharto mengajak seluruh pemerintah daerah di Indonesia untuk memanfaatkan platform berbagi inovasi yang disediakan Kemendagri. Platform ini berfungsi sebagai sarana pembelajaran lintas daerah melalui aplikasi tuxedovation, yang dapat diakses secara umum.

"Tidak hanya urusan pendidikan, seluruh inovasi yang telah dilaporkan dapat dipelajari oleh daerah sebagai sumber inspirasi dan ide kreatif," jelasnya. Hal ini diharapkan dapat mendorong pengembangan inovasi sesuai kebutuhan masing-masing daerah.

Pendidikan sebagai Investasi Jangka Panjang

Yusharto menegaskan bahwa sektor pendidikan merupakan investasi jangka panjang dalam menciptakan sumber daya manusia unggul dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045. Prestasi Jawa Timur harus terus dijaga, karena pendidikan yang dikelola secara inovatif akan menghasilkan SDM yang kompetitif di tingkat global.

Dengan demikian, perlindungan hak cipta inovasi daerah tidak hanya mendorong kualitas pelayanan publik, tetapi juga memperkuat fondasi pembangunan nasional melalui ekosistem inovasi yang terlindungi dan berkelanjutan.