KOMPAS.com - Indonesia mencatatkan prestasi membanggakan sebagai salah satu negara dengan tingkat stres pekerja terendah di kawasan Asia Tenggara (ASEAN) pada tahun 2026. Temuan ini berasal dari laporan State of the Global Workplace 2026 yang dirilis oleh Gallup pada April 2026.
Laporan tersebut didasarkan pada survei Gallup World Poll yang dilakukan sepanjang Januari hingga Desember 2025. Survei ini melibatkan penduduk berusia 15 tahun ke atas yang bekerja di lebih dari 160 negara.
Di sisi lain, Filipina tercatat sebagai negara dengan tingkat stres pekerja tertinggi di kawasan ASEAN. Perbedaan ini menunjukkan variasi signifikan dalam kondisi kesejahteraan pekerja di antara negara-negara tetangga.
Faktor Rendahnya Stres di Indonesia
Beberapa faktor yang mungkin berkontribusi terhadap rendahnya tingkat stres pekerja di Indonesia antara lain budaya gotong royong, dukungan sosial yang kuat, serta fleksibilitas dalam bekerja. Selain itu, kebijakan perusahaan yang lebih humanis juga berperan.
Namun, perlu diingat bahwa survei ini bersifat global dan hasilnya bisa berbeda tergantung pada metodologi serta sampel yang digunakan.
Perbandingan dengan Negara ASEAN Lainnya
Selain Indonesia dan Filipina, negara-negara ASEAN lainnya seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand juga menunjukkan tingkat stres yang bervariasi. Singapura misalnya, memiliki tingkat stres yang lebih tinggi dibandingkan Indonesia namun masih di bawah Filipina.
Data ini penting bagi para pembuat kebijakan dan perusahaan untuk mengevaluasi kesejahteraan pekerja dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat.



