Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan alasan di balik keputusannya mencopot tiga mantan pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) dalam rapat konsolidasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, pada Rabu (3/6/2026). Dalam acara bertajuk 'Building Indonesia's Future Generations Through Nutrition' tersebut, Prabowo menyatakan bahwa keputusan itu tidak mudah, namun harus diambil demi kepentingan rakyat.
Pesan Sang Ayah Jadi Pedoman
Prabowo menuturkan bahwa ia mengingat pesan ayahandanya, Sumitro Djojohadikusumo, yang selalu mengingatkan untuk berpihak kepada rakyat saat menghadapi keraguan. "Kalau suatu saat kau dalam keadaan bingung, atau keadaan ragu-ragu, ingat, berpihaklah selalu kepada rakyatmu," ujar Prabowo. Pesan ini menjadi landasan dalam mengambil keputusan tegas terhadap oknum yang dinilai tidak menjalankan amanah dengan baik.
Laporan Kekurangan dan Penyelewengan
Menurut Prabowo, keputusan pencopotan diambil setelah ia menerima berbagai laporan mengenai kekurangan, kejanggalan, hingga indikasi penyelewengan dalam pelaksanaan program MBG. Ia menegaskan bahwa kualitas kepemimpinan sangat menentukan keberhasilan organisasi. "Pemimpin baik, organisasi baik. Pemimpin tidak baik, organisasi tidak baik. Apalagi pemimpin tidak benar, tidak kompetensi, atau tidak jujur," tegasnya.
Peran Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI)
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyoroti pentingnya peran SPPI sebagai garda terdepan program MBG. Para lulusan SPPI, menurutnya, telah dipersiapkan secara khusus untuk memimpin dan mengelola dapur-dapur MBG dengan mengedepankan nilai pengabdian, integritas, dan cinta Tanah Air. "Kita telah mendidik Saudara, merekrut Saudara, menggembleng Saudara, menanam nilai-nilai cinta Tanah Air, nilai-nilai pengabdian kepada negara dan bangsa, dan diberi tugas untuk memimpin dan me-manage dapur-dapur tersebut," ucap Prabowo.
Tegas Terhadap Penyalahgunaan Amanah
Prabowo menegaskan bahwa negara tidak akan ragu mengambil tindakan tegas terhadap siapa pun yang mencoba menyalahgunakan amanah rakyat. Ia siap memperkuat kapasitas lembaga pengawasan dan aparat penegak hukum untuk memastikan program berjalan sesuai tujuan. "Saya tidak mau uang rakyat dicuri. Saya tidak mau uang rakyat dicuri. Dan tidak ada, tidak ada pengecualian," tegasnya.
Prabowo meminta seluruh kepala dapur dan SPPI untuk memperkuat pengawasan di lapangan serta tidak terlibat dalam praktik yang dapat merusak kepercayaan masyarakat. "Makan ini pekerjaan yang mulia bagi kita. Dan ini harus berhasil, akan berhasil, kalian bagian penting. Kalau kalian tidak bekerja dengan baik, kalau kalian tidak sungguh-sungguh, kalau kalian tidak setia dan loyal, silakan minggir. Yang penting kepentingan rakyat di atas semua kepentingan," pungkasnya.
Tiga Pimpinan BGN Dicopot dan Jadi Tersangka
Pemerintah telah mengevaluasi para bos BGN dan mengganti tiga orang, yaitu Dadan Hindayana, Lodewyk Pusung, dan Sony Sonjaya. Setelah pencopotan, kantor BGN di Jakarta Pusat digeledah oleh jaksa penyidik pidana khusus dari Kejaksaan Agung. Ketiganya kini telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi penyimpangan tata kelola SPPG dan langsung ditahan.



