Presiden RI Prabowo Subianto memberikan peringatan keras terhadap kelompok yang gemar melakukan korupsi dalam pidatonya pada peringatan Hari Lahir Pancasila, Senin (1/6). Dalam kapasitasnya sebagai inspektur upacara, Prabowo menyampaikan bahwa Indonesia akan menghadapi berbagai rintangan dalam upaya transformasi bangsa, termasuk perlawanan dari pihak-pihak yang tidak menginginkan perubahan.
Peringatan Prabowo tentang Rintangan Transformasi
Prabowo menegaskan bahwa transformasi besar tidaklah mudah. "Suatu transformasi, suatu perubahan yang besar, tidak mudah. Kita akan menghadapi rintangan," ujarnya di lapangan Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta. Ia menambahkan, "Kita akan menghadapi tantangan. Mungkin juga kita akan menghadapi perlawanan dari kelompok-kelompok yang suka dengan korupsi, suka dengan penyelewengan, suka dengan tindakan-tindakan ekonomi yang ilegal."
Seruan untuk Menjadi Bangsa Besar
Menurut Prabowo, Indonesia harus berani bertransformasi menjadi bangsa besar, terutama dalam mengambil keputusan yang benar meskipun sulit. "Kita mungkin akan menghadapi perlawanan dari mereka-mereka yang tidak cinta tanah air, bahkan berusaha terus untuk memperlemah NKRI. Tapi bangsa yang besar harus berani. Kita harus berani mengambil keputusan yang benar walaupun sulit. Kita harus berani membela rakyat kita," tegasnya.
Peringatan tentang Masa Depan Bangsa
Dalam pidato tersebut, Prabowo juga mengingatkan generasi saat ini untuk tidak mewariskan "kemudahan jangka pendek" yang mengorbankan masa depan anak cucu. Ia memperingatkan agar Indonesia tidak menjadi bangsa yang bergantung pada negara lain. "Karena sesungguhnya tidak ada bangsa lain yang akan kasihan kepada kita. Kalau kita dalam kesulitan, kalau rakyat kita lapar, kalau rakyat kita dalam kesulitan, tidak ada bangsa lain atau kekuatan lain yang akan kasihan atau membantu kita," pungkasnya.



