Kisah Joko Gagal Berangkatkan Mertua Umrah Usai Ditipu Hanania Travel
Gagal Umrah karena Penipuan Hanania Travel, Joko Rugi Rp60 Juta

Kisah Joko Gagal Berangkatkan Mertua Umrah Usai Ditipu Hanania Travel

Owner Hanania Travel, Ahmad Syah Farhan (ASF), dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas dugaan penipuan terhadap calon jemaah umrah dan haji. Salah satu korban, Joko, menceritakan bagaimana harapannya kandas setelah menjadi korban penipuan tersebut.

Joko berencana memberangkatkan adik dan mertuanya untuk umrah pada Juni mendatang. Ia tergiur dengan iklan Hanania Travel di media sosial. Awalnya semua berjalan lancar hingga ia membayar sejumlah uang untuk keberangkatan mereka. Namun, mendekati hari keberangkatan, Joko tidak kunjung mendapat kepastian.

"Adminnya sudah tidak aktif, jarang aktif memberikan respons, perlengkapan yang harusnya diberikan juga tidak diberikan. Dan puncaknya, kepastian pemberangkatan juga tidak bisa diberikan," kata Joko saat dihubungi, Sabtu (30/5/2026).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Joko juga mendapatkan informasi bahwa kloter sebelumnya yang seharusnya berangkat batal menginjakkan kaki di tanah suci. Berdasarkan komunikasi dengan korban lain, diduga masih banyak jemaah yang menjadi korban dengan total kerugian mencapai puluhan miliar.

"Kemarin kalau nominalnya, dari Farhan sendiri selaku Direktur Hanania, kita ngobrol. Sebenarnya berapa sih kalau semua korban kita yang Syawal sampai dengan Oktober itu refund? Dia sebut itu sekitar Rp 60 miliar," jelas Joko.

Kendala Keuangan dan Konflik Timur Tengah

Joko mengatakan, pihak perusahaan mengaku memiliki kendala keuangan sejak tahun lalu yang berimbas hingga tahun 2026. Perusahaan juga mengaku konflik panas di Timur Tengah menjadi penyebab kenaikan harga.

"Jadi masalah keuangan yang memang sudah, beban perusahaan yang sudah terjadi di 2025, itu dia memang sudah minus, tapi dia tetap buka di 2026. Harapannya 2026 bisa menutupi utang di 2025, tapi tidak terjadi juga," tuturnya.

"Terus kasus perang itu kan di Dubai terdampak, sehingga dia juga perlu ekstra cost ke sana. Ya, tapi apapun itu menjadi alasan. Tapi memang masalah yang dia sampaikan ke kami jemaah adalah di keuangan," imbuhnya.

Joko mengaku sedih karena gagal memberangkatkan adik dan mertuanya umrah tahun ini. Padahal, pihaknya sudah menggelar syukuran menjelang keberangkatan.

"Sudah layaknya orang, sudah beli perlengkapannya, sudah sangat antusias karena untuk pertama kali. Tapi kok kopernya tidak dikirim, bajunya, benefit yang didapat ketika melunasi juga tidak terjadi, bahkan setiap pelunasan adminnya langsung tidak kasih bukti receive, lalu sudah hilang tidak aktif," tuturnya.

Joko merugi hingga Rp 60 juta. Ia berharap uang tersebut segera dikembalikan dan pihak kepolisian memproses Hanania Travel.

"Ini kan tidak mungkin reschedule. Harapannya semua jemaah uangnya bisa refund. Kami sangat-sangat berharap bantuan pemerintah untuk turun tangan di masalah yang kami hadapi," imbuhnya.

Polda Metro Jaya Periksa Owner Hanania Travel

Polda Metro Jaya tengah memeriksa owner Hanania Travel, Ahmad Syah Farhan (ASF). Pemeriksaan dilakukan setelah Farhan dilaporkan sejumlah calon jemaah umrah dan haji atas dugaan penipuan.

"Masih dalam pemeriksaan," jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto saat dimintai konfirmasi, Jumat (29/5).

Farhan dilaporkan ke Polda Metro Jaya pada Kamis (28/5) atas dugaan penipuan puluhan korban. Ia digiring ke SPKT Polda Metro Jaya oleh para korbannya.

Farhan dilaporkan atas dugaan tindak pidana Pasal 492, Pasal 486, dan atau Pasal 607 KUHP. Kombes Budi Hermanto membenarkan adanya laporan terkait dugaan penipuan oleh pihak Hanania Travel.

"Benar, Polda Metro Jaya telah menerima laporan terkait dugaan penipuan perjalanan umrah yang diduga melibatkan pihak Hanania Travel pada tanggal 28 Mei 2026," ujar Kombes Budi saat dihubungi wartawan, Kamis (28/5).

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga