Sungai Cibanten Tercemar Sampah, Relawan Desak Penegakan Hukum
Sungai Cibanten Tercemar Sampah, Relawan Desak Hukum

Serang, CNN Indonesia -- Tumpukan sampah rumah tangga, plastik, sandal, pakaian, hingga styrofoam menutupi aliran Sungai Cibanten di Kota Serang. Kondisi ini terlihat saat gabungan relawan dari Komunitas Peduli Sungai Banten (KPSB) dan Gabungan Peduli Lingkungan melakukan aksi bersih-bersih sungai pada akhir pekan lalu.

Sungai Bersejarah Tercemar

Sungai Cibanten memiliki sejarah panjang dalam Kesultanan Banten. Sepanjang 35 kilometer, sungai ini menjadi urat nadi transportasi pada masa Kesultanan Banten. Hulu sungai berada di Gunung Katang dan hilirnya di Karangantu. Sayangnya, kini air sungai menghitam dan dipenuhi sampah.

"Banyak ditemukan sampah rumah tangga yang dibuang ke sungai, bantaran sungai, pinggir jalan dan lahan kosong," ujar Ketua KPSB, Lulu Jamaludin, Senin (15/6). Bahkan saat kegiatan bersih-bersih pada Sabtu (14/6), relawan melihat warga membuang sampah ke sungai maupun tanah kosong. "Masih ada warga yang membuang sampah ke sungai dari atas jembatan saat melintas," terangnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Desakan Penegakan Hukum

Para relawan berharap Pemerintah Kota (Pemkot) Serang mengambil tindakan tegas bagi warga yang membuang sampah sembarangan. "Salah satu usulan yang disampaikan yakni penguatan penegakan Peraturan Daerah Kota Serang nomor 7 Tahun 2021 tentang Pengelolaan Sampah," terang Lulu.

Relawan mendorong berbagai instansi meningkatkan pengawasan, operasi penertiban, hingga memasang kamera pengawas di lokasi rawan pembuangan sampah. Bagi pelanggar, diberikan sanksi sosial bersifat edukatif agar mereka sadar bahaya membuang sampah sembarangan, terutama ke aliran sungai.

"Tujuannya bukan untuk mempermalukan warga, tetapi sebagai bagian dari edukasi agar tumbuh rasa tanggung jawab bersama terhadap kebersihan lingkungan," tutur Lulu. Sanksi berupa kerja bakti membersihkan sampah di lokasi pelanggaran bisa diterapkan. Pemerintah juga bisa menyediakan lebih banyak lokasi pembuangan sampah dan mendorong warga aktif ke bank sampah.

Edukasi 3R Kunci Utama

Selain penegakan hukum, pendidikan ke warga untuk melakukan Reduce, Reuse, dan Recycle (3R) perlu dilakukan pemerintah. "Kesadaran masyarakat adalah kunci utama. Kalau setiap warga memiliki kepedulian untuk membuang sampah pada tempatnya, maka sungai akan tetap bersih, lingkungan sehat," jelas Lulu.

Aksi bersih-bersih Sungai Cibanten ini diharapkan mampu menyadarkan masyarakat akan pentingnya menjaga sungai bersejarah tersebut. Para relawan akan terus mengawal upaya pemulihan Sungai Cibanten agar kembali bersih dan berfungsi optimal.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga