Subsidi Transportasi Jakarta Capai Rp3,75 Triliun pada 2026
Subsidi Transportasi Jakarta Capai Rp3,75 Triliun

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengalokasikan subsidi transportasi umum sebesar Rp3,75 triliun pada tahun 2026. Anggaran ini digunakan untuk menjaga akses mobilitas masyarakat, termasuk warga di wilayah penyangga Jakarta.

Tarif Transjakarta Tidak Naik Selama 22 Tahun

Koordinator Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Firdaus Ali, mengungkapkan bahwa tarif Transjakarta masih Rp3.500, sama seperti 22 tahun lalu. "Tarif Transjakarta kan belum naik kan. Masih tarif yang 22 tahun yang lalu, ya ininya gitu kan, Rp3.500, dan kita setahun ini Rp3,75 triliun itu adalah kita subsidi untuk transportasi," kata Firdaus dalam Prime Plus di CNN Indonesia TV, Senin (22/6) malam.

Perluasan Layanan Transjabodetabek

Pemprov DKI juga memperluas jangkauan layanan transportasi melalui pengembangan rute Transjabodetabek yang digagas Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno. "Ini bagian komitmen dari Pemerintah DKI Jakarta untuk mengurangi ketidakadilan dalam akses," ujar Firdaus.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Tantangan Fiskal 2026

Meski subsidi besar, Pemprov DKI menghadapi tantangan fiskal pada 2026 setelah dana bagi hasil dipangkas sekitar Rp16 triliun. Namun, tiga sektor dipastikan tidak mengalami pemotongan anggaran: pendidikan, kesehatan, dan bantuan sosial.

Skema Creative Financing

Pemprov DKI mendorong skema creative financing untuk pembangunan proyek tanpa APBD. "Terbukti kita misalkan membangun Taman Bendera Pusaka, itu tidak menggunakan APBD sama sekali. Kita lagi memoles Semanggi akan berubah tahun depan, itu pun juga tidak menggunakan dana APBD," kata Firdaus.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga