Program Makan Bergizi Gratis Dihapus? BGN Bantah Narasi Viral
Program MBG Dihapus? BGN Bantah Narasi Viral

Beredar narasi di media sosial pada pertengahan Juni 2026 yang menyatakan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah resmi dihapus pemerintah dan digantikan dengan bantuan uang tunai. Narasi ini muncul di tengah kasus korupsi yang melibatkan sejumlah petinggi Badan Gizi Nasional (BGN), termasuk mantan Kepala BGN Dadan Hindayana.

BGN Bantah Narasi Penghapusan Program MBG

Kepala BGN, Andi Nur, membantah keras narasi tersebut. "Program Makan Bergizi Gratis tidak dihapus. Pemerintah justru terus berkomitmen untuk memperkuat program ini sebagai bagian dari upaya pemenuhan gizi anak sekolah," ujar Andi dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (16/6/2026).

Menurut Andi, isu penggantian dengan bantuan tunai tidak pernah dibahas dalam rapat koordinasi pemerintah. "Tidak ada keputusan untuk mengganti MBG dengan bantuan tunai. Ini adalah informasi yang menyesatkan," tegasnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kasus Korupsi di BGN Tidak Pengaruhi Keberlanjutan Program

Narasi viral juga mengaitkan penghapusan MBG dengan kasus korupsi di BGN yang melibatkan Dadan Hindayana. Namun, BGN menegaskan bahwa proses hukum berjalan terpisah dari operasional program. "Kasus korupsi sedang ditangani pihak berwajib. Kami pastikan program MBG tetap berjalan seperti biasa," kata Andi.

BGN melaporkan bahwa hingga Juni 2026, program MBG telah menjangkau 25.000 sekolah di seluruh Indonesia dengan total penerima manfaat mencapai 5 juta siswa. Angka ini meningkat 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Isu Penutupan SPPG Dibantah

Narasi lain yang beredar menyebutkan bahwa ribuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) gulung tikar. BGN membantah hal ini. "Tidak ada penutupan massal SPPG. Beberapa SPPG memang mengalami penyesuaian operasional, tetapi jumlah totalnya justru bertambah menjadi 1.200 unit," jelas Andi.

BGN mencatat, sejak awal program, SPPG telah menyerap 50.000 tenaga kerja lokal. Pemerintah juga mengalokasikan anggaran sebesar Rp 10 triliun untuk program MBG pada tahun 2026, naik dari Rp 8 triliun di tahun sebelumnya.

Dampak Narasi Hoaks terhadap Program

Andi mengkhawatirkan narasi hoaks dapat mengganggu kepercayaan masyarakat terhadap program. "Kami imbau masyarakat untuk tidak mudah percaya pada informasi yang tidak jelas sumbernya. Jika ada pertanyaan, silakan hubungi pusat informasi BGN," pungkasnya.

Program MBG merupakan salah satu program prioritas pemerintah untuk meningkatkan gizi anak usia sekolah. Hingga saat ini, program tersebut terus berjalan tanpa perubahan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga