Mantan Presiden Amerika Serikat Joe Biden melontarkan kritikan keras terhadap Presiden Donald Trump dalam sebuah pidato penggalangan dana untuk Partai Demokrat di Maryland pada Sabtu (27/6) malam. Biden menyebut Trump sebagai "pecundang" yang korup, narsis, dan tidak kompeten dalam memimpin AS.
Kritikan Tajam Biden untuk Trump
Berdasarkan laporan CNN dan Anadolu Agency pada Senin (29/6/2026), kritikan ini disampaikan sekitar dua tahun setelah keduanya terlibat perdebatan sengit dalam debat capres pemilu 2024 yang berakhir dengan mundurnya Biden dari pencapresan.
Dalam pidato berdurasi 10 menit di sebuah kasino di Maryland, Biden menggambarkan Trump sebagai pemimpin yang angkuh dan korup. "Bukan hanya proyek-proyek untuk memuaskan egonya, seperti merobohkan Sayap Timur Gedung Putih demi membangun ballroom, mencantumkan namanya di Kennedy Center, membangun gapura untuk menghormati dirinya sendiri, bahkan mempekerjakan tukang kolam renang pribadinya untuk memperbaiki kolam refleksi. Wah! Benar-benar pecundang," kata Biden di hadapan hadirin.
Korupsi Tanpa Rasa Malu
Biden menambahkan bahwa kolam refleksi itu mencerminkan sesuatu yang lebih buruk daripada narsisme dan inkompetensi. "Yaitu korupsi, korupsi yang dilakukan secara terang-terangan dan tanpa rasa malu. Korupsi dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah pemerintahan Amerika," ucap Presiden ke-46 AS tersebut.
Biden juga mengecam rencana Trump untuk memberikan uang wajib pajak kepada para pelaku pemberontakan 6 Januari 2021 di Gedung Capitol. "Yang membuat saya marah adalah Trump ingin memberikan uang wajib pajak, uang Anda, kepada para pelaku pemberontakan 6 Januari. Itulah yang ingin dia lakukan," ujar Biden. "Orang-orang ini tidak pantas mendapatkan kompensasi. Mereka pantas dijebloskan ke penjara untuk waktu yang sangat, sangat, sangat lama," imbuhnya.
Tidak Ada Tanggapan dari Trump
Sejauh ini, belum ada tanggapan langsung dari Trump atau Gedung Putih atas kritikan tajam Biden tersebut. Sejak meninggalkan Gedung Putih pada awal tahun 2025, Biden tidak segan-segan mengkritik Trump. Dalam sebulan terakhir, dia menghadiri berbagai acara partai di Maryland, South Dakota, dan Delaware, negara bagian asalnya, sebagai upaya menggalang dukungan bagi Partai Demokrat di tengah masa jabatan kedua Trump.
Kekecewaan di Partai Demokrat
Langkah ini dilakukan di tengah situasi pasca-kepresidenan yang rumit, mengingat banyak anggota Partai Demokrat yang masih merasa kecewa dengan cara Biden menangani pemilu tahun 2024. Jajak pendapat terbaru dari CNN yang dilaksanakan SSRS menunjukkan hanya 30 persen warga AS yang memiliki pandangan positif terhadap Biden. Angka ini tercatat sebagai yang terendah dibandingkan periode mana pun selama Biden menjabat di Gedung Putih.



