Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan bahwa Polri telah berhasil mengungkap 464 kasus tindak pidana di bidang minyak dan gas bumi (migas) sepanjang tahun 2026. Dari pengungkapan tersebut, Polri menyelamatkan uang negara lebih dari Rp 756 miliar. Hal ini disampaikan Kapolri dalam sambutannya pada acara Hari Bhayangkara ke-80 di Bogor, Rabu (1/7/2026).
Upaya Swasembada Energi dan Penegakan Hukum
Dalam upaya mewujudkan swasembada energi, Kapolri menjelaskan bahwa Polri telah melakukan penghematan penggunaan energi di lingkungan kantor serta memanfaatkan Compressed Natural Gas (CNG) pada 50 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) Polri. "Guna mewujudkan swasembada energi, Polri berkontribusi melalui penghematan penggunaan energi di lingkungan kantor, pemanfaatan CNG pada 50 SPPG Polri," kata Jenderal Listyo.
Selain upaya efisiensi, Polri juga gencar melakukan penegakan hukum terhadap tindak pidana migas. "Serta penegakan hukum terhadap tindak pidana Migas secara profesional dan berkeadilan. Sepanjang tahun 2026, kami telah mengungkap 464 tindak pidana bidang energi, menetapkan 594 tersangka, serta menyita berbagai barang bukti seperti 669 ribu liter solar, 80 ribu liter pertalite, hingga 30 ribu unit LPG berbagai ukuran," ungkapnya.
Penyelamatan Keuangan Negara
Dari pengungkapan kasus-kasus tersebut, Kapolri memperkirakan Polri telah menyelamatkan keuangan negara lebih dari Rp 756 miliar. "Dengan estimasi penyelamatan kerugian keuangan negara lebih dari Rp 756 miliar," imbuh Jenderal Sigit.
Salah satu kasus menonjol yang berhasil diungkap adalah penyalahgunaan pengangkutan 120.000 liter biosolar bersubsidi. Barang bukti yang diamankan meliputi 1 kapal tanker, 2 unit kapal SPOB, dan 7 truk transportir.
Peran Satgas Pangan dan Stabilitas Ekonomi
Jenderal Sigit juga menekankan peran Satgas Pangan Polri dalam menjaga ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok penting. "Melalui Satgas Pangan, Polri berperan menjaga ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok penting, memutus rantai distribusi yang merugikan petani seperti tengkulak, sehingga dapat menjaga harga jual di tingkat petani, serta mengungkap berbagai tindak pidana terkait komoditas strategis seperti beras, minyak goreng, LPG dan BBM bersubsidi," tuturnya.
Lebih lanjut, Kapolri menyebutkan bahwa Polri telah melakukan klarifikasi terhadap 173 perusahaan kelapa sawit yang terindikasi membeli tandan buah segar dengan harga tidak wajar. Langkah ini diyakini dapat mendukung stabilitas perekonomian bangsa di tengah dinamika global.
Komitmen Polri Mengamankan Program Pemerintah
Jenderal Sigit memastikan Polri akan terus berperan dalam mengamankan berbagai program pemerintah. "Yang kami muliakan Bapak Presiden, serta para hadirin yang saya banggakan Polri terus berperan aktif dalam mengamankan berbagai program pemerintah lainnya, agar bisa benar-benar hadir menyentuh masyarakat, seperti pemenuhan gizi, konektivitas antarwilayah, peningkatan kualitas kesehatan dan pendidikan, hingga perlindungan hak-hak pekerja," pungkasnya.



