Universitas Padjadjaran (Unpad) secara resmi membuka Program Studi Doktor (S3) Fisika yang akan dimulai pada Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027. Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi universitas untuk memperkuat pengembangan ilmu fisika dan mendukung inovasi teknologi berkelanjutan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan industri.
Fisika sebagai Pilar STEM
Ketua Program Studi Doktor Fisika Unpad, Lusi Safriani, Ph.D., menjelaskan bahwa fisika merupakan salah satu cabang ilmu dasar yang menjadi fondasi dalam bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics). "Fisika ini menjadi salah satu bagian dari basic science atau kalau saat ini biasanya lebih dikenal dengan nama STEM, yaitu Science, Technology, Engineering and Mathematics. Salah satu bagian dari STEM itu adalah fisika, yang mempelajari semua fenomena yang ada di alam," ujarnya dalam keterangan resmi yang dilansir situs Unpad pada Kamis (2/7/2026).
Dengan dibukanya program doktor ini, Unpad berharap dapat mencetak sumber daya manusia unggul yang mampu melakukan riset mendalam di bidang fisika dan berkontribusi pada pengembangan teknologi terapan. Program ini dirancang untuk menjawab tantangan industri yang membutuhkan inovasi berbasis sains.
Detail Program dan Target
Program Doktor Fisika Unpad akan menerima mahasiswa baru mulai semester ganjil tahun akademik 2026/2027. Kurikulumnya difokuskan pada riset dan pengembangan teori fisika yang aplikatif, sehingga lulusan diharapkan mampu menjadi peneliti, akademisi, atau profesional di sektor teknologi tinggi. Unpad juga menargetkan kerja sama dengan berbagai lembaga riset dan industri untuk mendukung kegiatan penelitian mahasiswa.
Pembukaan program ini merupakan respons terhadap meningkatnya kebutuhan akan tenaga ahli di bidang sains dasar, terutama fisika, yang menjadi kunci dalam inovasi seperti material maju, energi terbarukan, dan teknologi kuantum. Dengan demikian, Unpad berperan aktif dalam memperkuat ekosistem STEM di Indonesia.



