Semangat pantang menyerah ditunjukkan oleh Hafiyan Fuad, seorang siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) yang mengalami tuna netra. Ia mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) dengan penuh percaya diri untuk mewujudkan mimpinya berkuliah di jurusan teknik.
Perjuangan Hafiyan Fuad dalam UTBK
Hafiyan Fuad adalah siswa SLB yang memiliki keterbatasan penglihatan. Meskipun demikian, ia tidak pernah menyerah untuk mengejar pendidikan tinggi. Pada pelaksanaan UTBK 2026, ia hadir dengan semangat yang membara. Baginya, keterbatasan fisik bukanlah halangan untuk meraih cita-cita.
Dalam proses persiapan, Hafiyan belajar dengan tekun menggunakan buku Braille dan materi audio. Ia juga mendapatkan dukungan penuh dari guru dan teman-temannya di SLB. Hafiyan bercita-cita menjadi seorang insinyur teknik yang dapat berkontribusi bagi masyarakat.
Dukungan dari Berbagai Pihak
Kepala SLN tempat Hafiyan belajar menyatakan rasa bangganya atas semangat Hafiyan. Pihak sekolah telah menyediakan fasilitas khusus seperti komputer dengan perangkat lunak pembaca layar untuk membantu Hafiyan selama ujian. Selain itu, panitia UTBK juga memberikan pendampingan ekstra agar Hafiyan dapat mengerjakan soal dengan nyaman.
Orang tua Hafiyan juga tak henti-hentinya memberikan motivasi. Mereka berharap Hafiyan dapat diterima di jurusan teknik yang ia impikan. “Kami selalu mendukung apa pun pilihan Hafiyan. Yang penting ia berusaha maksimal,” ujar sang ibu.
Inspirasi bagi Banyak Orang
Kisah Hafiyan Fuad menjadi inspirasi bagi banyak orang, terutama bagi penyandang disabilitas lainnya. Ia membuktikan bahwa dengan tekad yang kuat, segala keterbatasan dapat diatasi. Semangatnya dalam mengikuti UTBK menunjukkan bahwa pendidikan adalah hak semua orang tanpa terkecuali.
Hafiyan berharap kisahnya dapat memotivasi teman-teman sebaya untuk terus berjuang meraih mimpi. “Jangan pernah menyerah, karena kesempatan selalu ada bagi mereka yang mau berusaha,” pesannya.



