Insiden Coret-coret Serban Polwan Saat Demo Mahasiswa di Mabes Polri
Sejumlah mahasiswa dari Universitas Indonesia (UI), UPN 'Veteran' Jakarta, dan Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) menggelar demonstrasi di depan Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) beberapa waktu lalu. Aksi ini dilakukan sebagai respons atas kasus kematian siswa AT di Tual, Maluku, yang diduga akibat penganiayaan oleh oknum anggota Brimob Bripda MS. Dalam unjuk rasa tersebut, polisi tampak mengenakan atribut seperti peci hingga serban putih, seiring dengan pengamanan selama bulan Ramadan.
UI Menyayangkan Tindakan Mahasiswi yang Tidak Pantas
Universitas Indonesia (UI) menyatakan penyesalan atas insiden yang terjadi di luar rencana selama demonstrasi. Berdasarkan video yang beredar pada 28 Februari 2026, terlihat seorang oknum yang mengenakan atribut almamater UI namun bersikap tidak pantas terhadap aparat kepolisian. Tindakan tersebut termasuk mencorat-coret pakaian yang dikenakan oleh seorang polisi wanita (polwan). UI menegaskan bahwa pihak kampus telah melakukan klarifikasi internal secara menyeluruh dengan memanggil pihak-pihak yang terlibat untuk memperoleh informasi yang utuh dan berimbang.
Proses klarifikasi ini dilakukan secara objektif dan mengedepankan asas pembinaan, guna memastikan fakta yang sebenarnya serta menentukan langkah tindak lanjut sesuai ketentuan yang berlaku di Universitas Indonesia. UI juga menyatakan akan memberikan pembinaan kepada mahasiswi yang terlibat dalam insiden ini.
Mahasiswi MRM Akui Kesalahan dan Sampaikan Permohonan Maaf
Berdasarkan hasil klarifikasi pihak kampus, diketahui bahwa mahasiswi yang terlibat dalam aksi coret-coret serban polwan berinisial MRM. MRM mengakui kesalahannya dan dengan penuh kesadaran menyampaikan permohonan maaf kepada polwan yang terdampak atas tindakannya saat aksi berlangsung.
Dalam pernyataannya, MRM menyadari bahwa perbuatan tersebut tidak tepat dan tidak sejalan dengan nilai-nilai etika serta sikap saling menghormati yang seharusnya dijunjung tinggi oleh mahasiswa Universitas Indonesia. Dia mengungkapkan bahwa insiden ini menjadi pembelajaran penting baginya untuk lebih bijak dalam bersikap dan mengekspresikan pendapat di ruang publik.
MRM juga menyampaikan penyesalan yang tulus serta berkomitmen untuk mengikuti proses pembinaan yang ditetapkan oleh Universitas Indonesia dengan penuh tanggung jawab. Permohonan maaf ini disampaikan sebagai bentuk pertanggungjawaban atas tindakan yang telah dilakukan selama demonstrasi di Mabes Polri.
Latar Belakang Demonstrasi dan Respons Aparat
Demonstrasi yang digelar oleh mahasiswa tersebut berfokus pada penolakan terhadap brutalitas aparat, khususnya menyoroti kasus kematian siswa AT di Tual, Maluku. Aksi ini menarik perhatian publik dan memicu diskusi mengenai perilaku mahasiswa dalam berunjuk rasa serta respons dari pihak kepolisian.
Polisi telah memberikan penjelasan terkait penggunaan atribut seperti peci dan serban selama pengamanan demo, yang bertepatan dengan bulan Ramadan. Insiden coret-coret serban polwan ini menjadi sorotan tambahan dalam konteks hubungan antara mahasiswa dan aparat keamanan selama unjuk rasa.
Universitas Indonesia menekankan pentingnya menjaga etika dan saling menghormati dalam setiap aksi demonstrasi, sambil tetap mendukung hak berekspresi mahasiswa. Pembinaan yang akan diberikan kepada MRM diharapkan dapat menjadi contoh bagi mahasiswa lainnya untuk bertindak lebih bijaksana di masa depan.
