Daya Tampung UTBK-SNBT 2026 di ITS Capai 2.465 Kursi, Simak Rinciannya
Daya Tampung UTBK-SNBT 2026 di ITS: 2.465 Kursi

Daya Tampung UTBK-SNBT 2026 di ITS: Total 2.465 Kursi Tersedia

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) telah mengumumkan daya tampung untuk seleksi UTBK-SNBT tahun 2026. Total kursi yang disediakan mencapai 2.465 kursi, menawarkan peluang bagi calon mahasiswa baru untuk mendaftar di berbagai program studi unggulan.

Rincian Kuota Program Studi

Dari total 2.465 kursi tersebut, ITS membaginya ke dalam beberapa fakultas dan jurusan. Beberapa program studi dengan kuota terbesar meliputi:

  • Teknik Sipil
  • Teknik Elektro
  • Teknik Mesin
  • Teknik Kimia
  • Informatika

Setiap program studi memiliki alokasi kursi yang berbeda-beda, disesuaikan dengan kapasitas dan kebutuhan akademik. Calon mahasiswa disarankan untuk memeriksa rincian lengkap di situs resmi ITS atau portal SNPMB.

Proses Seleksi dan Jadwal Penting

Seleksi UTBK-SNBT 2026 di ITS akan mengikuti prosedur standar yang ditetapkan pemerintah. Proses ini mencakup:

  1. Pendaftaran UTBK melalui sistem terpusat
  2. Pelaksanaan ujian tertulis berbasis komputer
  3. Pengumuman hasil seleksi berdasarkan nilai UTBK

Jadwal pendaftaran dan ujian diharapkan diumumkan dalam waktu dekat, sehingga calon mahasiswa dapat mempersiapkan diri dengan baik. ITS juga menekankan pentingnya memantau informasi resmi untuk menghindari kesalahan dalam proses pendaftaran.

Implikasi bagi Calon Mahasiswa

Dengan daya tampung 2.465 kursi, ITS memberikan kesempatan yang luas bagi lulusan SMA/SMK/MA untuk melanjutkan pendidikan tinggi di bidang teknik dan sains. Namun, kompetisi diperkirakan tetap ketat mengingat reputasi ITS sebagai perguruan tinggi ternama di Indonesia.

Para calon mahasiswa disarankan untuk:

  • Mempelajari materi ujian UTBK secara intensif
  • Memilih program studi sesuai minat dan kemampuan
  • Menyiapkan dokumen pendaftaran dengan lengkap

ITS berkomitmen untuk menyelenggarakan seleksi yang transparan dan adil, mendukung upaya peningkatan kualitas pendidikan tinggi di tanah air.