Lima perguruan tinggi negeri (PTN) terkemuka di Indonesia telah mengumumkan daftar jurusan yang mengalami kekurangan peminat untuk seleksi UTBK-SNBT tahun 2026. Universitas-universitas tersebut meliputi Universitas Airlangga (Unair), Universitas Brawijaya (UB), Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Universitas Malang (UM), dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Secara keseluruhan, terdapat 50 program studi yang masuk dalam kategori ini, menawarkan peluang bagi calon mahasiswa yang ingin meningkatkan kesempatan diterima di PTN favorit.
Daftar Lengkap Jurusan dengan Peminat Terbatas
Berdasarkan data yang dirilis oleh masing-masing universitas, jurusan-jurusan tersebut tersebar di berbagai fakultas dan bidang ilmu. Unair mencatat beberapa program studi seperti Ilmu Perpustakaan, Sastra Daerah, dan Teknik Biomedis yang kurang diminati. Sementara itu, UB melaporkan jurusan-jurusan di bidang pertanian, kehutanan, dan ilmu sosial tertentu yang mengalami penurunan peminat.
Peluang bagi Calon Mahasiswa
Kondisi ini membuka kesempatan besar bagi peserta UTBK-SNBT 2026 yang memiliki minat pada bidang-bidang tersebut. Dengan tingkat persaingan yang lebih rendah, peluang untuk lolos seleksi menjadi lebih tinggi. Namun, para ahli pendidikan mengingatkan bahwa pemilihan jurusan sebaiknya tetap didasarkan pada passion dan bakat, bukan semata-mata karena faktor mudahnya penerimaan.
"Memilih jurusan yang sepi peminat bisa menjadi strategi untuk masuk PTN, tetapi calon mahasiswa harus mempertimbangkan prospek karir dan minat pribadi," jelas seorang dosen dari Unesa. Ia menambahkan bahwa beberapa jurusan ini justru memiliki peluang kerja yang menjanjikan di masa depan, meskipun kurang populer saat ini.
Faktor Penyebab Sepinya Peminat
Beberapa faktor diduga menjadi penyebab rendahnya minat terhadap jurusan-jurusan tersebut. Pertama, kurangnya sosialisasi mengenai prospek karir dan kontribusi bidang ilmu tersebut dalam masyarakat. Kedua, persepsi masyarakat yang masih menganggap jurusan-jurusan tertentu kurang bergengsi atau memiliki lapangan kerja yang terbatas. Ketiga, tren peminatan yang bergeser ke bidang-bidang seperti teknologi, bisnis, dan kesehatan dalam beberapa tahun terakhir.
Respons dari Universitas
Para pimpinan universitas menyatakan bahwa mereka akan melakukan upaya untuk meningkatkan daya tarik jurusan-jurusan ini. Langkah-langkah yang direncanakan termasuk memperkuat kurikulum, menjalin kemitraan dengan industri, dan meningkatkan kampanye informasi kepada calon mahasiswa. "Kami berkomitmen untuk mengembangkan semua program studi, termasuk yang saat ini kurang peminat, agar tetap relevan dengan kebutuhan zaman," ujar rektor salah satu PTN yang terlibat.
Informasi mengenai daftar lengkap 50 jurusan sepi peminat ini telah dipublikasikan di situs resmi masing-masing universitas dan portal SNPMB. Calon peserta UTBK-SNBT 2026 disarankan untuk mempelajari data tersebut sebagai bahan pertimbangan dalam memilih program studi. Seleksi UTBK-SNBT 2026 sendiri dijadwalkan akan dilaksanakan pada pertengahan tahun depan, dengan pendaftaran dibuka dalam beberapa bulan ke depan.
