Insiden Tikus di Boks MBG Gegerkan SMKN 8 Semarang
Sebuah kejadian yang menghebohkan terjadi di SMKN 8 Semarang, di mana seekor tikus ditemukan keluar dari dalam boks berisi tempat makan Makan Bergizi Gratis (MBG). Video yang menunjukkan insiden ini telah menjadi viral di media sosial, memicu kekhawatiran mengenai keamanan pangan dalam program pemerintah tersebut.
Viral di Media Sosial dan Reaksi Siswa
Video tersebut pertama kali diunggah oleh akun Instagram @dinaskegelapan_kotasemarang, yang dengan cepat menarik perhatian publik. Dalam rekaman itu, terlihat beberapa siswi di kelas tampak heboh dan kaget saat mendapati tikus keluar dari dalam boks ompreng MBG yang digunakan untuk distribusi makanan. Kejadian ini terjadi pada Selasa, 31 Maret 2026, dan dilaporkan oleh siswa kelas XI.
Staf kesiswaan SMKN 8 Semarang, Dian Nirmala Santi, membenarkan adanya insiden tersebut. "Awalnya murid melaporkan ada tikus keluar dari boks MBG lewat video di grup. Tikusnya juga sudah ditangkap," kata Dian melalui pesan singkat, seperti dilansir dari sumber berita terpercaya. Ia menambahkan bahwa pihak sekolah segera meminta agar satu boks berisi 35 ompreng itu dikembalikan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk ditindaklanjuti.
Sebagian Makanan Sempat Dikonsumsi Siswa
Namun, sebelum boks tersebut ditarik, ternyata sebagian makanan di dalamnya sudah sempat dikonsumsi oleh siswa. "Murid turun dengan membawa boks tersebut dan tikus yang sudah tertangkap. Namun ternyata sudah ada beberapa yang dimakan," jelas Dian. Hal ini menimbulkan kekhawatiran tambahan mengenai potensi kontaminasi dan dampak kesehatan bagi para siswa yang telah menyantap makanan tersebut.
Sekretaris Tim Percepatan MBG Jawa Tengah, Hanung Triyono, juga memberikan konfirmasi terkait insiden ini. Ia menekankan bahwa komplain yang diterima bukan terkait penemuan tikus di dalam ompreng makanan, melainkan di dalam boks pengiriman. "Komplain yang masuk ke asisten lapangan kami bukan penemuan tikus di ompreng, melainkan di dalam boks," kata Hanung melalui pesan singkat.
Tindak Lanjut dan Penggantian Makanan
Berdasarkan laporan yang diterima dari SPPG, paket MBG satu boks berisi 35 ompreng tersebut langsung ditarik dan diganti dengan yang baru. Hanung menyatakan bahwa pihak sekolah telah menerima penggantian tersebut dan mengucapkan terima kasih atas respons cepat dari tim terkait. Langkah ini diharapkan dapat memulihkan kepercayaan terhadap program MBG dan memastikan keamanan pangan bagi siswa di masa mendatang.
Insiden ini mengingatkan pentingnya pengawasan ketat dalam proses distribusi makanan, terutama untuk program pemerintah yang menyasar kesehatan dan gizi anak sekolah. Pihak berwenang diharapkan dapat melakukan evaluasi menyeluruh untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di kemudian hari.



