Mendikdasmen Tegaskan Sekolah Tanpa Komputer Tetap Bisa Jalankan TKA
Sekolah Tanpa Komputer Tetap Bisa Jalankan TKA

Mendikdasmen Tegaskan Sekolah Tanpa Komputer Tetap Bisa Jalankan TKA

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) menegaskan bahwa pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA) tidak bergantung pada ketersediaan komputer di sekolah. Pernyataan ini disampaikan untuk menjawab kekhawatiran banyak pihak mengenai kesenjangan teknologi dalam sistem pendidikan nasional.

Alternatif Berbasis Kertas Tetap Efektif

Menurut Mendikdasmen, sekolah yang tidak memiliki fasilitas komputer tetap dapat melaksanakan TKA dengan menggunakan metode berbasis kertas. "Kami telah menyiapkan sistem yang fleksibel," ujarnya. "Tes dapat dilakukan secara manual dengan lembar jawaban yang kemudian dipindai atau dikirim ke pusat penilaian." Pendekatan ini dianggap mampu mengakomodasi kondisi berbagai daerah, terutama di wilayah terpencil.

Langkah ini bertujuan untuk memastikan bahwa semua siswa, terlepas dari latar belakang infrastruktur sekolahnya, memiliki kesempatan yang sama dalam mengikuti evaluasi akademik. Mendikdasmen menekankan bahwa esensi dari TKA adalah mengukur kompetensi siswa, bukan sekadar kemampuan menggunakan teknologi.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Respons terhadap Kesenjangan Digital

Kebijakan ini muncul sebagai respons terhadap laporan yang menunjukkan bahwa masih banyak sekolah, terutama di daerah pedesaan dan perbatasan, yang kekurangan perangkat komputer. Data terbaru mengungkapkan bahwa sekitar 30 persen sekolah dasar dan menengah di Indonesia belum memiliki akses memadai ke teknologi digital.

Mendikdasmen menjelaskan bahwa pemerintah terus berupaya meningkatkan infrastruktur teknologi di sekolah-sekolah, namun dalam jangka pendek, solusi berbasis kertas diperlukan untuk menjaga kelancaran pelaksanaan TKA. "Ini adalah langkah sementara sementara kami memperbaiki kesenjangan digital," tambahnya.

Implikasi bagi Sistem Pendidikan

Kebijakan ini diharapkan dapat mengurangi tekanan pada sekolah-sekolah yang selama ini merasa tertinggal karena keterbatasan teknologi. Dengan adanya alternatif berbasis kertas, diharapkan partisipasi dalam TKA akan lebih merata dan mencakup seluruh lapisan masyarakat.

Namun, beberapa pakar pendidikan mengingatkan bahwa meskipun solusi ini praktis, penting untuk tidak mengabaikan upaya jangka panjang dalam meningkatkan literasi digital siswa. Mereka menyarankan agar pemerintah mempercepat program pelatihan dan penyediaan perangkat teknologi di sekolah-sekolah.

Secara keseluruhan, pernyataan Mendikdasmen ini menegaskan komitmen pemerintah untuk menciptakan sistem pendidikan yang inklusif dan adil, di mana setiap siswa memiliki kesempatan untuk menunjukkan kemampuan akademiknya tanpa terhalang oleh faktor infrastruktur.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga