NASA Luncurkan Empat Astronaut dalam Misi Artemis II untuk Mengelilingi Bulan
Washington DC - Sebuah momen bersejarah tercipta di dunia antariksa ketika empat astronaut lepas landas dengan roket Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) pada Rabu (1/4). Misi Artemis II ini bertujuan untuk mengelilingi Bulan, menandai penerbangan berawak pertama melintasi satelit alami Bumi dalam lebih dari 50 tahun terakhir. Peluncuran ini dinantikan sejak lama, meskipun tidak melibatkan pendaratan di permukaan Bulan.
Peluncuran Sukses dari Florida
Roket NASA berukuran besar dengan warna oranye dan putih meluncur ke luar angkasa dari Kennedy Space Center di Florida pada Rabu petang, sekitar pukul 18.35 waktu setempat. Roket tersebut membawa tiga astronaut asal Amerika Serikat dan satu astronaut dari Kanada. Tim NASA dan para penonton yang hadir di lokasi bergembira menyaksikan pesawat ruang angkasa itu melesat ke langit, diiringi semburan api yang mengesankan dari roket pendorong.
Keempat astronaut yang terlibat dalam misi ini adalah Reid Wiseman, Victor Glover, dan Christina Koch dari AS, serta Jeremy Hansen dari Kanada. Wiseman, yang menjabat sebagai komandan misi, menyatakan dengan penuh semangat, "Kita akan menyaksikan terbitnya Bulan yang indah. Kita menuju tepat ke arahnya."
Pujian dari Presiden Trump
Presiden AS Donald Trump secara khusus memberikan ucapan selamat atas peluncuran misi Artemis II yang bersejarah ini. Dalam pidatonya yang membahas perang Iran di Gedung Putih, Kamis (2/4/2026), Trump sempat memuji "para astronaut pemberani kita" dan tim NASA di balik kesuksesan peluncuran tersebut. Dia menyebut pencapaian ini sebagai sesuatu yang "sungguh luar biasa".
"Izinkan saya memulai dengan mengucapkan selamat kepada tim di NASA dan para astronaut pemberani kita atas keberhasilan peluncuran Artemis II. Itu sungguh luar biasa," kata Trump, seperti dilansir oleh AFP. Pernyataan ini menegaskan dukungan politik terhadap eksplorasi antariksa AS di tengah agenda internasional yang padat.
Perjalanan dan Tujuan Misi
Saat ini, para astronaut NASA telah berada di orbit mengelilingi Bumi. Mereka akan tetap di sana untuk melakukan berbagai pemeriksaan guna memastikan keandalan dan keamanan pesawat ruang angkasa, yang belum pernah membawa manusia sebelumnya. Selain itu, mereka juga akan menguji kemampuan pilot manual selama simulasi docking, sebagai bagian dari persiapan menuju fase berikutnya.
Perjalanan menuju Bulan diperkirakan berlangsung selama kurang lebih 10 hari. Selama misi, pesawat ruang angkasa akan mengelilingi Bulan untuk mengambil gambar-gambar baru permukaannya dan melakukan pengamatan dengan mata telanjang. Kepala NASA Jared Isaacman menegaskan sifat bersejarah dari misi ini, dengan menyatakan, "NASA kembali mengirimkan manusia ke Bulan."
Pencapaian Bersejarah dan Masa Depan
Misi Artemis II tidak hanya tentang eksplorasi ilmiah, tetapi juga mencatat serangkaian pencapaian penting dalam sejarah antariksa. Ini merupakan misi pertama yang mengirimkan:
- Orang kulit berwarna pertama ke Bulan.
- Wanita pertama dalam misi ke Bulan.
- Orang non-Amerika pertama (dari Kanada) dalam misi ke Bulan.
Jika rencana berjalan sesuai harapan, para astronaut akan mencetak rekor dengan menjelajah lebih jauh dari Bumi dibandingkan manusia mana pun sebelumnya. Misi ini juga menjadi penerbangan berawak pertama bagi roket lunar baru NASA, yang disebut Space Launch System (SLS). Roket ini dirancang untuk memungkinkan AS berulang kali kembali ke Bulan, dengan tujuan akhir membangun pangkalan permanen yang akan menjadi platform untuk eksplorasi lebih lanjut di masa depan.
Artemis II bertujuan membuka jalan bagi misi pendaratan di Bulan yang direncanakan pada tahun 2028 mendatang. Dengan demikian, langkah ini menandai babak baru dalam upaya manusia untuk menjelajahi antariksa, menggabungkan teknologi canggih dengan semangat kolaborasi internasional.



