Gerhana Bulan Total Menerangi Langit Australia dalam Peristiwa Astronomi Langka
Para pengamat bintang di Australia berbondong-bondong keluar pada malam tanggal 3 Maret 2026 untuk menyaksikan fenomena alam yang menakjubkan: gerhana bulan total yang mengubah bulan menjadi berwarna merah-oranye hangat. Peristiwa ini menjadi kesempatan terakhir untuk melihat gerhana bulan total dalam kurun waktu hampir tiga tahun ke depan.
Perth dan Australia Barat Jadi Lokasi Terbaik Pengamatan
Kota Perth dan wilayah selatan Australia Barat tercatat sebagai tempat terbaik di Australia untuk mengamati fenomena yang sering disebut blood moon atau bulan berdarah ini. Gerhana berlangsung total selama sekitar satu jam, dimulai pukul 7 malam waktu setempat, mengubah penampakan bulan dari warna netral biasa menjadi rona kemerahan yang dramatis.
Menurut astrofisikawan Graham Jones, gerhana bulan total ini menandai berakhirnya serangkaian gerhana bulan yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir. "Kita melihat pola dalam gerhana di mana selama beberapa tahun kita mendapatkan serangkaian gerhana bulan besar yang sangat bagus, dan kemudian keseimbangan bergeser menjadi beberapa tahun gerhana matahari yang sangat bagus," jelas Jones. Ini berarti dalam beberapa tahun mendatang, pengamat langit dapat mengharapkan lebih banyak gerhana matahari yang spektakuler.
Berita Global Lainnya dalam 24 Jam Terakhir
Konflik Israel-Iran Terus Memanas
Di belahan dunia lain, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengumumkan bahwa Israel terus membombardir Iran dengan kekuatan penuh. Netanyahu juga berjanji akan menyerang kelompok militan Lebanon, Hizbullah, dengan intensitas yang semakin besar seiring dengan berkecamuknya perang di Timur Tengah yang telah berlangsung selama empat hari.
"Kami terus menyerang Iran dengan penuh kekuatan. Pilot-pilot kami berada di atas langit Iran dan Teheran, dan juga di atas langit Lebanon," tegas Netanyahu. Ia menambahkan bahwa Hizbullah telah melakukan kesalahan besar dengan menyerang Israel, dan pihaknya akan merespons dengan kekuatan yang lebih besar lagi.
Krisis Gizi Akut Melanda Anak-Anak Afghanistan
Sementara itu, ratusan ribu anak di Afghanistan menghadapi kekurangan gizi akut tahun ini di tengah krisis kelaparan yang semakin parah. Krisis ini diperburuk oleh pemotongan bantuan asing dan kekerasan di perbatasan dengan Pakistan, menurut seorang pejabat PBB.
Bantuan internasional ke Afghanistan telah menurun tajam sejak 2021, ketika pasukan pimpinan AS meninggalkan negara itu dan Taliban kembali berkuasa. Situasi ini semakin rumit dengan adanya bencana alam termasuk gempa bumi yang melanda wilayah tersebut.
John Aylieff, Direktur Program Pangan Dunia untuk Afghanistan, mengungkapkan keprihatinan yang mendalam: "Kekurangan gizi akut di kalangan anak-anak melonjak. Tahun lalu kita melihat lonjakan tertinggi yang pernah tercatat di Afghanistan, dan tahun ini, sebanyak 3,7 juta anak akan membutuhkan perawatan kekurangan gizi."
Ayah Pelaku Penembakan Massal Didakwa karena Memberikan Senjata
Di Amerika Serikat, seorang ayah yang memberikan senapan kepada putranya sebagai hadiah Natal dinyatakan bersalah atas 27 dakwaan, termasuk pembunuhan tingkat dua. Senjata tersebut diduga digunakan oleh putranya untuk melakukan penembakan massal di sebuah sekolah menengah di Georgia pada September 2024, yang menewaskan dua siswa dan dua guru.
Para juri hanya membutuhkan waktu kurang dari dua jam untuk menyatakan Colin Gray yang berusia 55 tahun bersalah setelah persidangan selama 11 hari. Putranya sendiri menghadapi persidangan terpisah atas 55 dakwaan, termasuk pembunuhan, dan telah menyatakan tidak bersalah, meskipun fakta bahwa dialah penembaknya tidak diperdebatkan dalam proses hukum.
Rangkaian berita global ini menunjukkan berbagai dinamika yang terjadi di berbagai belahan dunia, dari fenomena astronomi yang memukau hingga konflik kemanusiaan dan kejahatan yang memilukan.
