SMAN 1 Polewali berhasil meraih Juara I Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI Tahun 2026 Tingkat Provinsi Sulawesi Barat. Prestasi ini membuat sekolah tersebut berhak mewakili Provinsi Sulawesi Barat pada LCC Empat Pilar MPR RI Tingkat Nasional.
Pengumuman Pemenang oleh Dewan Juri
Pengumuman pemenang disampaikan oleh Inspektur Sekretariat Jenderal MPR RI sekaligus Dewan Juri, Anies Mayangsari Muninggar. Ia menyatakan bahwa Grup A dari SMAN 1 Sarjo memperoleh total nilai 105, Grup B dari SMAN 1 Bambalamutu memperoleh total nilai 60, dan Grup C dari SMAN 1 Polewali memperoleh total nilai 195. Dengan demikian, Grup C dari SMAN 1 Polewali ditetapkan sebagai pemenang dan berhak melanjutkan ke tingkat nasional. Hal ini disampaikan seusai pelaksanaan babak final yang berlangsung di Mamuju pada Minggu, 28 Juni 2026.
Sambutan Anggota MPR RI
Sebelumnya, Anggota MPR RI dari Fraksi PKS, Ismail Bachtiar, secara resmi membuka LCC Empat Pilar MPR RI Tingkat Provinsi Sulawesi Barat. Dalam sambutannya, Ismail menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah berhasil melewati seleksi di tingkat kabupaten. "Sesungguhnya seluruh peserta hari ini adalah juara. Kalian telah melewati proses seleksi yang panjang. Karena itu, apa pun hasilnya, saat kembali ke daerah masing-masing, kalian tetap pulang sebagai juara," ujarnya.
Pentingnya LCC Empat Pilar bagi Generasi Muda
Menurut Ismail, LCC Empat Pilar MPR RI merupakan instrumen strategis untuk menanamkan pemahaman utuh mengenai Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika kepada generasi muda. Kegiatan ini diharapkan melahirkan generasi yang memiliki wawasan kebangsaan dan karakter kuat.
Senada dengan itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Barat, Muhammad Nehru Sagena, menegaskan bahwa LCC ini tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga menjadi wahana pembentukan karakter dan penguatan nilai kebangsaan. "Lomba tidak berhenti pada siapa yang menjadi juara, tetapi bagaimana anak-anak mampu memahami, mengamalkan, menganalisis, hingga menciptakan karya yang bermanfaat bagi bangsa," katanya. Ia berharap peserta menjadi generasi inovatif yang memberi kontribusi nyata bagi kemajuan Indonesia.
Persiapan SMAN 1 Polewali
Keberhasilan SMAN 1 Polewali merupakan hasil pembinaan konsisten selama kurang lebih sembilan bulan. Guru pendamping tim, Fahmi Hasbullah, mengungkapkan bahwa persiapan dimulai sejak September 2025 dengan fokus memperdalam materi Empat Pilar, khususnya pasal-pasal UUD NRI 1945 dan Ketetapan MPR. Fahmi, yang juga alumni peserta LCC Empat Pilar MPR RI Tahun 2016, menjelaskan bahwa pengalamannya menjadi bekal dalam membina tim tahun ini. Tim juga mempelajari tayangan LCC dari berbagai provinsi sebagai evaluasi dan penyusunan strategi.
"Kami mulai persiapan belajar sejak September 2025. Fokus kami pada pasal-pasal UUD NRI Tahun 1945 dan TAP MPR karena sangat berkaitan dengan materi lomba dan tugas MPR," ujar Fahmi.
Ucapan Syukur Anggota Tim
Salah seorang anggota tim, Najwa Putrirannu, mengaku bersyukur atas prestasi yang diraih. Menurutnya, keberhasilan ini buah dari kerja keras dan latihan disiplin selama sembilan bulan. Ia berharap capaian ini menjadi motivasi untuk memberikan penampilan terbaik di tingkat nasional dan mengharumkan nama Sulawesi Barat.
Peserta dan Dewan Juri
LCC Empat Pilar MPR RI Tingkat Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2026 diikuti oleh sembilan SMA/sederajat dari berbagai kabupaten, yaitu SMAN 1 Duripoku, SMAN 1 Sarjo, SMAN 3 Majene, SMAN 1 Kalukku, SMAN 1 Bambalamutu, SMAN 1 Tapalang, SMAN 1 Polewali, SMAN 1 Campalagian, dan SMAN 1 Topoyo.
Proses penilaian dilakukan oleh dewan juri yang terdiri atas Inspektur Sekretariat Jenderal MPR RI Anies Mayangsari Muninggar, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Barat Sjaifuddin, Perancang Peraturan Perundang-undangan Ahli Madya Muhammad Irsyadi Ramadhany, serta dosen Universitas Tomakaka Sulawesi Barat Dr. Rahmat.
Komitmen MPR RI
Melalui penyelenggaraan LCC Empat Pilar MPR RI, MPR RI terus berkomitmen memperkuat pemahaman dan implementasi nilai-nilai Empat Pilar di kalangan generasi muda sebagai upaya membangun SDM berkarakter, berintegritas, serta memiliki semangat kebangsaan dalam menjaga persatuan dan kesatuan Indonesia.



