25 Siswa SLB Jakarta Utara Ikuti Pelatihan Pemberdayaan dan Psikotes
Siswa SLB Jakarta Utara Ikuti Pelatihan Pemberdayaan

25 Siswa Penyandang Disabilitas di Jakarta Utara Ikuti Program Persiapan Kerja

Aula SLBN 8 Jakarta Utara menjadi lokasi penyelenggaraan program pemberdayaan bagi siswa penyandang disabilitas pada Kamis, 12 Maret 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 25 perwakilan siswa dari kelas 10, 11, dan 12 di sekolah tersebut, yang bertujuan untuk mempersiapkan mereka memasuki dunia kerja.

Rangkaian Kegiatan Psikotes dan Pelatihan

Acara dimulai pukul 08.00 WIB dengan sesi psikotes yang dilaksanakan oleh Nexxa Consulting, mitra dari Institusi Disabilitas Indonesia (Indisi). Tes ini terdiri dari tiga tahap utama: tes IQ, publik papikostik, dan minat bakat, yang dijalani oleh para siswa selama kurang lebih dua jam.

Setelah psikotes, program dilanjutkan dengan pelatihan siap kerja yang dipandu oleh Eka Prastama, Komisioner Komnas Disabilitas. Pelatihan ini berlangsung selama 1,5 jam, fokus pada pengenalan potensi diri dan persiapan mental untuk lingkungan kerja.

Konseling dan Dukungan dari Pihak Sekolah

Hasil psikotes dijadwalkan keluar dalam waktu sekitar satu minggu, dan selanjutnya psikolog dari Nexxa Consulting akan melakukan konseling satu per satu secara online dengan masing-masing dari 25 siswa tersebut. Wakil Kepala Sekolah SLBN 8 Jakarta Utara, Untung, menyambut baik inisiatif ini.

"Program ini sangat bermanfaat agar siswa dapat mengetahui potensi dan minat bakat mereka di dunia kerja nanti, serta memahami apa saja yang perlu dipersiapkan," ujar Untung melalui keterangan tertulis pada Minggu, 15 Maret 2026.

Kolaborasi antara Indisi dan PLN Indonesia Power

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Institusi Disabilitas Indonesia (Indisi) bekerja sama dengan PLN Indonesia Power melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Ketua Harian Indisi, Memes Prameswari, mengapresiasi sinergi antara PLN dan SLB dalam melaksanakan program ini.

"Program ini sangat bermanfaat untuk mempersiapkan anak-anak memasuki dunia kerja dan mengetahui minat bakat mereka," jelas Memes. Kolaborasi ini diharapkan dapat memberikan dampak positif berkelanjutan bagi pendidikan dan masa depan siswa penyandang disabilitas di Jakarta Utara.