Peserta UTBK 2026 Stres, Psikolog UB Beri Solusi
Peserta UTBK 2026 Stres, Psikolog UB Beri Solusi

Seleksi Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2026 telah berlangsung, namun tidak sedikit peserta yang merasakan tekanan mental. Dua orang peserta, Andi dan Rina, menceritakan pengalaman mereka yang sempat dilanda stres saat menghadapi ujian. Andi, peserta dari Jakarta, mengaku merasa cemas berlebihan hingga sulit berkonsentrasi pada soal-soal yang dihadapi. Sementara itu, Rina dari Surabaya mengatakan bahwa tekanan dari target orang tua dan lingkungan membuatnya gelisah selama ujian berlangsung.

Psikolog Universitas Brawijaya Berikan Solusi

Menanggapi fenomena tersebut, psikolog dari Universitas Brawijaya (UB), Dr. Dewi Lestari, memberikan sejumlah solusi untuk mengelola stres. Menurutnya, persiapan mental sama pentingnya dengan persiapan akademik. Ia menyarankan peserta untuk melakukan teknik relaksasi sederhana seperti pernapasan dalam dan visualisasi positif sebelum dan selama ujian.

Tips Mengelola Kecemasan

Dr. Dewi menjelaskan bahwa kecemasan adalah respons alami terhadap situasi yang dianggap menekan. Namun, jika tidak dikelola dengan baik, hal ini dapat mengganggu performa. Beberapa tips yang diberikan antara lain: membuat jadwal belajar yang realistis, beristirahat cukup, dan menghindari perbandingan dengan peserta lain. Ia juga menekankan pentingnya dukungan sosial dari keluarga dan teman.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram
  • Lakukan teknik pernapasan: tarik napas dalam 4 detik, tahan 4 detik, hembuskan 4 detik.
  • Visualisasikan kesuksesan: bayangkan diri Anda mengerjakan soal dengan lancar.
  • Jaga pola makan dan tidur: hindari kafein berlebihan dan pastikan tidur 7-8 jam per hari.
  • Kurangi paparan media sosial yang memicu kecemasan.

Pentingnya Dukungan Lingkungan

Lebih lanjut, Dr. Dewi mengingatkan bahwa orang tua dan guru memiliki peran krusial dalam menciptakan lingkungan yang suportif. Hindari memberikan tekanan berlebihan pada anak. Sebaliknya, berikan motivasi dan apresiasi atas usaha yang telah dilakukan. Universitas Brawijaya sendiri telah menyediakan layanan konseling gratis bagi mahasiswa dan calon mahasiswa yang membutuhkan bantuan psikologis.

Andi dan Rina mengaku setelah menerapkan tips dari psikolog, mereka merasa lebih tenang dan mampu menyelesaikan ujian dengan lebih baik. Mereka berharap pengalaman ini dapat menjadi pelajaran bagi peserta UTBK lainnya untuk tidak mengabaikan kesehatan mental selama proses seleksi.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga