Pemerintah Norwegia secara resmi memberlakukan larangan penggunaan alat kecerdasan buatan (AI) generatif oleh murid sekolah dasar selama kegiatan belajar pada tahun ajaran baru yang dimulai akhir Agustus 2026. Perdana Menteri Jonas Gahr Stoere mengumumkan kebijakan ini pada Jumat, 19 Juni 2026, sebagai langkah lanjutan untuk mengatasi penurunan nilai ujian pendidikan secara luas di negara tersebut.
Larangan Juga Berlaku untuk Jenjang Lebih Tinggi
PM Stoere menegaskan bahwa penggunaan AI generatif pada jenjang pendidikan anak-anak yang lebih tinggi juga dibatasi. "Penggunaan AI generatif pada jenjang pendidikan anak-anak yang lebih tinggi juga dibatasi untuk mencegah dampak negatif pada pembelajaran," ujarnya. Kebijakan ini diambil setelah pemerintah Norwegia sebelumnya pada tahun 2024 telah melarang penggunaan ponsel pintar di sekolah. Larangan ponsel tersebut bertujuan memberikan guru lebih banyak wewenang untuk menegakkan kembali disiplin di kelas.
Dampak Negatif AI pada Pembelajaran
Menurut data Kementerian Pendidikan Norwegia, nilai ujian nasional mengalami penurunan rata-rata sebesar 12 persen dalam tiga tahun terakhir, yang sebagian dikaitkan dengan penggunaan teknologi AI oleh siswa untuk menyelesaikan tugas tanpa pemahaman yang mendalam. Para ahli pendidikan di Norwegia mendukung langkah ini, dengan alasan bahwa AI generatif dapat menghambat pengembangan keterampilan berpikir kritis dan kreativitas siswa. Guru-guru di sekolah dasar melaporkan peningkatan penggunaan ChatGPT dan alat AI serupa oleh siswa untuk mengerjakan pekerjaan rumah, sehingga mengurangi efektivitas proses belajar mengajar.
Larangan Ponsel Sebagai Langkah Awal
Larangan ponsel pintar di sekolah yang diterapkan sejak 2024 telah menunjukkan hasil positif dalam meningkatkan konsentrasi siswa. Survei internal Kementerian Pendidikan menunjukkan bahwa 78 persen guru merasakan peningkatan disiplin di kelas setelah larangan tersebut diberlakukan. Kini, dengan larangan AI generatif, pemerintah Norwegia berharap dapat memulihkan kualitas pendidikan yang lebih baik. PM Stoere menambahkan bahwa kebijakan ini akan dievaluasi secara berkala untuk memastikan efektivitasnya.



