Beredar kabar di media sosial yang menyebutkan bahwa nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang SD dan SMP pada tahun 2026 mengalami penurunan drastis atau jeblok. Informasi ini memicu kekhawatiran di kalangan orang tua dan pendidik. Namun, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memberikan klarifikasi resmi terkait isu tersebut.
Klarifikasi Kemendikdasmen
Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat Kemendikdasmen, Anang Ristanto, menegaskan bahwa informasi mengenai nilai TKA yang jeblok tidak sepenuhnya akurat. Menurutnya, data yang beredar merupakan hasil analisis yang belum diverifikasi secara menyeluruh. Ia menjelaskan bahwa TKA merupakan alat ukur untuk memetakan kemampuan siswa, bukan untuk menentukan kelulusan atau peringkat sekolah.
“TKA dirancang untuk memberikan gambaran tentang capaian pembelajaran siswa. Hasilnya tidak bisa disamaratakan dan perlu dilihat dalam konteks yang lebih luas,” ujar Anang dalam konferensi pers, Rabu (30/4/2026).
Faktor yang Mempengaruhi Hasil TKA
Beberapa faktor dapat memengaruhi hasil TKA, antara lain:
- Kesiapan siswa dalam mengikuti tes
- Kualitas pembelajaran selama masa pandemi dan transisi
- Perbedaan kurikulum yang diterapkan di masing-masing daerah
- Kondisi psikologis siswa saat tes
Kemendikdasmen juga menekankan bahwa hasil TKA tidak boleh dijadikan satu-satunya indikator mutu pendidikan. Pihaknya akan terus melakukan evaluasi dan pendampingan kepada sekolah-sekolah yang membutuhkan perbaikan.
Tanggapan Pengamat Pendidikan
Pengamat pendidikan dari Universitas Negeri Jakarta, Prof. Dr. Haryanto, menilai bahwa wajar jika terjadi fluktuasi nilai pada tahun pertama penerapan kurikulum baru. Ia mengingatkan agar publik tidak langsung menyimpulkan bahwa pendidikan Indonesia sedang mengalami kemunduran.
“Yang perlu dilihat adalah tren dalam jangka panjang. Pemerintah harus memastikan bahwa intervensi yang tepat diberikan kepada daerah yang hasilnya rendah,” kata Haryanto.
Kemendikdasmen berjanji akan merilis data resmi hasil TKA secara transparan dalam waktu dekat. Masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi.



