Pepatah mengatakan bahwa pendidikan dapat mengubah nasib. Hal ini dibuktikan nyata oleh Nasikhin, yang dulunya seorang pemulung, kini berhasil meraih gelar Doktor dari UIN Walisongo Semarang. Pada Selasa (9/6/2026), Nasikhin mengikuti ujian promosi doktoral yang dipimpin oleh Ketua Sidang Prof. Musahadi di Ruang Promosi Doktor, Kampus I UIN Walisongo Semarang.
Perjuangan Nasikhin Menuju Gelar Doktor
Setelah berhasil mempertahankan disertasinya, Nasikhin resmi menyandang gelar Doktor bidang Studi Islam. Prof. Musahadi mengumumkan, "Saudara Nasikhin dinyatakan lulus dengan IPK 3,89. Dengan ini, dinyatakan bahwa saudara Nasikhin adalah Doktor ke-409 yang diluluskan oleh UIN Walisongo Semarang," ujarnya di hadapan para penguji dan tamu undangan, sebagaimana dilansir situs kampus pada Rabu (10/6/2026).
Pencapaian ini menjadi inspirasi bagi banyak orang, terutama mereka yang berasal dari latar belakang ekonomi rendah. Nasikhin membuktikan bahwa dengan tekad dan kerja keras, keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih pendidikan tinggi.
Dukungan dan Harapan
Keberhasilan Nasikhin tidak lepas dari dukungan keluarga, dosen, dan lingkungan akademik UIN Walisongo. Ia berharap kisahnya dapat memotivasi generasi muda untuk terus belajar dan tidak menyerah pada keadaan. "Jangan pernah malu dengan masa lalu, jadikanlah sebagai cambuk untuk meraih masa depan yang lebih baik," pesan Nasikhin.
UIN Walisongo Semarang terus berkomitmen mencetak lulusan berkualitas yang mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat. Gelar doktor yang diraih Nasikhin menjadi bukti bahwa pendidikan adalah jembatan menuju perubahan nasib.



