Nama Prodi Teknik Berubah Jadi Rekayasa, Ini Daftar Lengkapnya
Nama Prodi Teknik Berubah Jadi Rekayasa, Ini Daftarnya

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) resmi mengubah nomenklatur program studi (prodi) Teknik menjadi Rekayasa. Perubahan ini berlaku untuk seluruh perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia. Kebijakan ini diumumkan melalui Surat Edaran Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi nomor 123/SE/2026.

Alasan Perubahan Nama Prodi

Menurut Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Prof. Dr. Ir. Ahmad Santoso, perubahan ini dilakukan untuk menyesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Istilah "Rekayasa" dinilai lebih luas dan mencakup aspek aplikatif serta inovatif dalam dunia teknik. "Kami ingin lulusan tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu merekayasa solusi untuk masalah nyata," ujarnya dalam konferensi pers.

Daftar Prodi yang Berubah

Berikut adalah daftar program studi yang mengalami perubahan nama:

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram
  • Teknik Sipil menjadi Rekayasa Sipil
  • Teknik Mesin menjadi Rekayasa Mesin
  • Teknik Elektro menjadi Rekayasa Elektro
  • Teknik Kimia menjadi Rekayasa Kimia
  • Teknik Industri menjadi Rekayasa Industri
  • Teknik Informatika menjadi Rekayasa Perangkat Lunak
  • Teknik Lingkungan menjadi Rekayasa Lingkungan
  • Teknik Pangan menjadi Rekayasa Pangan
  • Teknik Material menjadi Rekayasa Material
  • Teknik Nuklir menjadi Rekayasa Nuklir

Dampak Perubahan

Perubahan ini tidak mempengaruhi kurikulum secara signifikan. Namun, beberapa mata kuliah akan disesuaikan dengan penekanan pada aspek rekayasa dan inovasi. Mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan tetap menggunakan nama prodi lama hingga lulus. Sementara itu, untuk penerimaan mahasiswa baru tahun ajaran 2026/2027, nama prodi baru sudah mulai digunakan.

Tanggapan Akademisi

Rektor Universitas Indonesia, Prof. Dr. Ir. Budi Susilo, menyambut baik perubahan ini. "Ini langkah maju untuk menghasilkan insinyur yang lebih adaptif dan kreatif," katanya. Namun, beberapa kalangan mengkritik karena dianggap hanya mengganti label tanpa perubahan substansial. Menanggapi hal itu, Kemendikbudristek berjanji akan melakukan evaluasi berkala terhadap implementasi perubahan ini.

Dengan adanya perubahan ini, diharapkan lulusan prodi rekayasa dapat bersaing di tingkat global dan memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan nasional.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga