Demo Mahasiswa UNM Makassar Berakhir Ricuh, Ojol Jebol Kampus dan Jalan Diblokade
Aksi demonstrasi yang dilakukan oleh mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM) pada hari ini berubah menjadi kericuhan yang memicu ketegangan di sekitar kampus. Massa mahasiswa yang berkumpul untuk menyuarakan tuntutan mereka terlibat dalam insiden yang melibatkan pengemudi ojek online (ojol) yang berusaha menerobos area kampus, sementara beberapa jalan di sekitarnya diblokade oleh para demonstran.
Insiden Ojol Menerobos Kampus
Menurut laporan dari saksi mata, kericuhan dimulai ketika sejumlah pengemudi ojol mencoba melewati barikade yang didirikan oleh mahasiswa di pintu masuk kampus UNM. Upaya ini memicu bentrokan kecil antara ojol dan mahasiswa, dengan kedua pihak saling beradu argumen dan dorong-dorongan. Situasi semakin memanas ketika lebih banyak ojol bergabung, berusaha memaksa jalan masuk ke kampus yang telah diblokade oleh para demonstran.
Kondisi ini menyebabkan lalu lintas di sekitar kampus menjadi kacau, dengan kendaraan lain terjebak dan warga sekitar merasa terganggu. Beberapa ojol dilaporkan mengalami cedera ringan akibat insiden ini, meskipun tidak ada korban jiwa yang tercatat. Petugas keamanan dari kampus dan pihak kepolisian berusaha menenangkan situasi, tetapi kerumunan yang semakin besar membuat upaya mediasi menjadi sulit.
Jalan-Jalan Diblokade oleh Mahasiswa
Selain insiden dengan ojol, mahasiswa juga melakukan pemblokadean di beberapa jalan utama di sekitar kampus UNM. Aksi ini dilakukan sebagai bagian dari protes mereka terhadap kebijakan tertentu yang dianggap tidak adil. Pemblokadean jalan menyebabkan kemacetan parah di area tersebut, mengganggu aktivitas warga dan bisnis lokal.
Para mahasiswa menyatakan bahwa pemblokadean ini adalah bentuk tekanan untuk mendesak pihak universitas dan pemerintah merespons tuntutan mereka. Namun, aksi ini juga menuai kritik dari masyarakat yang merasa dirugikan oleh gangguan lalu lintas dan ketidaknyamanan yang ditimbulkan.
Respons dari Pihak Berwenang
Pihak kepolisian telah dikerahkan ke lokasi untuk mengamankan situasi dan mencegah eskalasi lebih lanjut. Mereka berusaha melakukan dialog dengan perwakilan mahasiswa untuk mencari solusi damai. Sementara itu, manajemen UNM mengeluarkan pernyataan yang menyerukan ketenangan dan mengimbau semua pihak untuk menghindari kekerasan.
Insiden ini menyoroti ketegangan yang sering terjadi dalam aksi demonstrasi mahasiswa, terutama ketika melibatkan konflik dengan kelompok lain seperti ojol. Diharapkan adanya penyelesaian yang cepat dan adil untuk mencegah kericuhan serupa di masa depan, serta memastikan hak menyampaikan pendapat tetap terjaga tanpa mengganggu ketertiban umum.
