BEM UI Tak Ikut Demo Hari Ini, Fokus Evaluasi Gerakan
BEM UI Tak Ikut Demo Hari Ini, Fokus Evaluasi

Jakarta – Sejumlah kelompok mahasiswa kembali menggelar aksi demonstrasi pada hari ini, Senin (15/6/2026). Namun, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) memutuskan untuk tidak turut serta dalam aksi tersebut.

BEM UI Belum Ikut Demo

Ketua BEM UI, Yatalathof Ma'shum Imawan, mengonfirmasi bahwa pihaknya belum berpartisipasi dalam demonstrasi hari ini. “Kita belum ikut dulu ya untuk demo hari ini,” ujarnya saat dimintai keterangan.

Yata menjelaskan, BEM UI masih melakukan evaluasi terhadap aksi yang mereka lakukan pada Jumat lalu. Meskipun demikian, BEM UI menyatakan dukungan terhadap demonstrasi yang digelar kelompok mahasiswa lainnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

“Kita belum turun dikarenakan kita masih dalam tahap evaluasi dan membangun kembali gerakan. Perihal ada aksi yang dilaksanakan, dari BEM UI mendukung semua gerakan moral untuk protes dikarenakan kondisi Indonesia saat ini yang menuju bangkrut,” tuturnya.

Pengamanan Demo oleh Polda Metro Jaya

Polda Metro Jaya telah menyiagakan ribuan personel untuk mengawal jalannya demonstrasi. Total sebanyak 6.675 personel gabungan dari Polri, TNI, dan Dinas Perhubungan (Dishub) dikerahkan.

Titik konsentrasi massa dipusatkan di beberapa lokasi strategis, yaitu depan gedung DPR/MPR RI, Monas, Bundaran HI, hingga gedung Badan Gizi Nasional (BGN).

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, mengatakan pengamanan dilakukan untuk memastikan kegiatan penyampaian pendapat berlangsung aman dan lancar.

“Polda Metro Jaya telah menyiapkan 6.675 personel gabungan untuk mengamankan seluruh rangkaian aksi penyampaian pendapat. Personel akan ditempatkan di titik-titik strategis guna menjamin keamanan peserta aksi maupun masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi,” jelas Kombes Budi dalam keterangannya kepada wartawan.

Demonstrasi hari ini merupakan bagian dari gelombang aksi mahasiswa yang menolak kebijakan pemerintah dan kondisi ekonomi yang dinilai semakin memburuk.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga