Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) di bawah Kementerian Keuangan RI setiap tahun membuka beasiswa dalam dua tahap, yaitu pada awal dan pertengahan tahun. Beasiswa ini mencakup jenjang S2 dan S3, termasuk bagi dokter. Mulai awal 2026, LPDP juga akan menyediakan beasiswa S1 bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), serta Kementerian Agama (Kemenag).
Fokus pada STEM dan SHARE
Mulai tahun ini, LPDP memprioritaskan pemberian beasiswa bagi pelajar yang ingin mendalami bidang STEM (Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika) atau bidang yang berkaitan dengan STEM. Perbandingan alokasi beasiswa adalah 80 persen untuk STEM dan 20 persen untuk SHARE (Social, Humanities, Art for People, Religious Studies, Education).
Beasiswa LPDP dapat digunakan untuk kuliah di dalam negeri maupun di berbagai negara di luar negeri. Tujuan kuliah mencakup perguruan tinggi terkemuka di Indonesia dan luar negeri.
Kolaborasi dengan Tiga Kementerian
Beasiswa S1 yang akan dibuka pada 2026 merupakan hasil kerja sama LPDP dengan tiga kementerian. Langkah ini diharapkan dapat memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat Indonesia, terutama di jenjang sarjana.
Menurut pernyataan resmi LPDP, kebijakan ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia, khususnya di bidang sains dan teknologi. Dengan alokasi 80 persen untuk STEM, LPDP menargetkan peningkatan jumlah tenaga ahli di bidang-bidang yang menjadi prioritas pembangunan nasional.
Bagi calon pendaftar, LPDP mengimbau untuk mempersiapkan diri dengan baik, karena seleksi beasiswa ini sangat kompetitif. Informasi lebih lanjut mengenai jadwal pendaftaran dan persyaratan dapat diakses melalui situs resmi LPDP.



