Hilang Penglihatan Sejak 12 Tahun, El Lulus S1 Unesa dan Raih Beasiswa
Hilang Penglihatan Sejak 12 Tahun, El Lulus S1 Unesa

Perjuangan El: Hilang Penglihatan Tak Halangi Cita-cita

Seorang pemuda bernama El (21) berhasil menyelesaikan pendidikan sarjana (S1) di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) meskipun harus kehilangan penglihatannya sejak usia 12 tahun. Prestasi gemilang ini tidak hanya membanggakan, tetapi juga membuka jalan baginya untuk meraih beasiswa melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi.

Kehilangan Penglihatan di Usia Muda

El mengalami kebutaan total akibat glaukoma yang dideritanya sejak kecil. Meskipun kondisinya semakin memburuk, ia tidak pernah menyerah pada keadaan. Dengan dukungan keluarga dan lingkungan, El terus menempuh pendidikan di sekolah inklusif hingga akhirnya diterima di Unesa jurusan Pendidikan Luar Biasa.

Selama kuliah, El menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan akses materi perkuliahan hingga mobilitas di kampus. Namun, dengan bantuan teknologi dan teman-temannya, ia mampu mengikuti perkuliahan dengan baik. Ia menggunakan perangkat lunak pembaca layar untuk mengakses materi digital dan belajar secara mandiri.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Prestasi Akademik dan Beasiswa

Ketekunan El membuahkan hasil. Ia lulus dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,76 dan meraih predikat cumlaude. Tak hanya itu, El juga berhasil mendapatkan beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk melanjutkan studi magister di bidang yang sama.

Dalam sambutannya saat wisuda, El mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukungnya. Ia berharap kisahnya dapat menjadi inspirasi bagi penyandang disabilitas lainnya untuk terus berjuang meraih mimpi.

Dukungan Unesa bagi Mahasiswa Disabilitas

Unesa sendiri telah berkomitmen untuk menjadi kampus inklusif. Berbagai fasilitas dan layanan disediakan untuk mendukung mahasiswa disabilitas, seperti ruang baca braille, perangkat lunak khusus, dan pendampingan akademik. Hal ini membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukanlah halangan untuk meraih pendidikan tinggi.

Kisah El menjadi bukti nyata bahwa dengan semangat dan kerja keras, semua orang dapat mencapai kesuksesan. Ke depannya, El berencana untuk mengabdikan ilmunya dengan menjadi dosen dan membantu sesama penyandang disabilitas meraih pendidikan yang layak.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga