Kisah Inspiratif Endy, Perawat LPDP yang Kembali ke Sumba Tangani Malaria
Endy, Perawat LPDP Kembali ke Sumba Tangani Malaria

Kisah Inspiratif Endy, Perawat LPDP yang Kembali ke Sumba Tangani Malaria

Di tengah ramainya perbincangan di media sosial tentang awardee LPDP yang bangga dengan status kewarganegaraan anaknya di luar negeri, muncul cerita lain yang justru memancarkan semangat pengabdian. Ada para penerima beasiswa dari pemerintah Indonesia yang tetap setia berjuang di Tanah Air setelah menyelesaikan pendidikan mereka di luar negeri.

Pilihan untuk Kembali dan Mengabdi

Salah satu sosok inspiratif tersebut adalah Hapu Ammah atau yang akrab disapa Endy. Ia merupakan penerima beasiswa LPDP asal Sumba Timur yang kini mengabdikan diri sebagai perawat di kampung halamannya. Fokus utama pengabdiannya adalah membantu menangani kasus malaria yang masih menjadi masalah kesehatan di daerah tersebut.

Setelah menuntaskan pendidikan magister di University of Melbourne, Australia, Endy membuat keputusan yang patut diapresiasi. Alih-alih mengejar karir di kota besar atau bahkan di luar negeri, ia memilih untuk kembali ke akar dan berkontribusi langsung bagi masyarakat di daerah asalnya.

Pengabdian di Klinik Malaria Sumba Foundation

Kini, Endy mengabdi di Klinik Malaria Sumba Foundation, sebuah layanan kesehatan yang memberikan pelayanan secara gratis bagi masyarakat. Klinik ini berlokasi di Desa Hoba Wawi, Kabupaten Sumba Barat. Keberadaan klinik ini sangat vital mengingat malaria masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat di wilayah tersebut.

Kisah inspiratif Endy ini dibagikan secara resmi oleh Lembaga Pengelolaan Dana Pendidikan (LPDP) melalui situs resminya pada hari Senin, 20 Januari 2026. Cerita ini menjadi bukti nyata bahwa beasiswa pemerintah tidak hanya tentang pencapaian akademik di luar negeri, tetapi juga tentang bagaimana ilmu yang diperoleh dapat diimplementasikan untuk membangun negeri.

Pengabdian Endy sebagai perawat di Sumba menunjukkan bahwa:

  • Keputusan untuk kembali ke daerah asal dapat memberikan dampak langsung yang signifikan bagi masyarakat.
  • Penanganan penyakit seperti malaria membutuhkan tenaga kesehatan yang berdedikasi dan memahami kondisi lokal.
  • Program beasiswa LPDP berhasil menciptakan agen perubahan yang tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga memiliki hati untuk mengabdi.

Kisah ini mengingatkan kita bahwa di balik kontroversi dan perdebatan di media sosial, ada banyak anak bangsa yang bekerja keras dalam kesunyian untuk membuat Indonesia menjadi lebih baik. Mereka adalah bukti bahwa pendidikan tinggi dan pengalaman internasional dapat menjadi alat yang powerful untuk pembangunan nasional, terutama ketika diarahkan untuk melayani masyarakat yang paling membutuhkan.