LPDP Buka 5 Beasiswa Co-Funding 2026 Tanpa Tes Bakat Skolastik
Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) telah mengumumkan pembukaan lima program beasiswa co-funding untuk tahun 2026 dengan kebijakan baru yang menghapuskan seleksi bakat skolastik. Program ini ditujukan bagi calon mahasiswa S2 dan S3 yang ingin melanjutkan studi di dalam maupun luar negeri, dengan fokus utama pada prestasi akademik dan kualitas proposal penelitian.
Program Beasiswa yang Tersedia
Kelima program beasiswa co-funding LPDP 2026 meliputi:
- Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) Co-Funding: Untuk studi S2 dan S3 di perguruan tinggi terkemuka di dalam dan luar negeri.
- Beasiswa Afirmasi Co-Funding: Ditujukan bagi masyarakat dari daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
- Beasiswa Disabilitas Co-Funding: Khusus bagi penyandang disabilitas yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi.
- Beasiswa Seni dan Budaya Co-Funding: Untuk pengembangan bidang seni, budaya, dan kreatif.
- Beasiswa Riset Co-Funding: Fokus pada penelitian strategis nasional di berbagai disiplin ilmu.
Perubahan Sistem Seleksi
Kebijakan penghapusan tes bakat skolastik dalam seleksi beasiswa LPDP co-funding 2026 menandai pergeseran signifikan dalam proses rekrutmen. Seleksi akan lebih mengutamakan penilaian terhadap prestasi akademik sebelumnya, seperti indeks prestasi kumulatif (IPK), pengalaman penelitian, dan kualitas proposal studi atau riset yang diajukan. Hal ini diharapkan dapat memberikan kesempatan yang lebih adil bagi kandidat dengan potensi tinggi namun mungkin kurang optimal dalam tes standar.
LPDP menyatakan bahwa perubahan ini sejalan dengan upaya meningkatkan kualitas penerima beasiswa yang tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga memiliki visi dan kontribusi nyata bagi pembangunan Indonesia. Proses seleksi akan melibatkan penilaian komprehensif oleh tim ahli dari berbagai bidang.
Persyaratan dan Jadwal Pendaftaran
Calon pendaftar harus memenuhi beberapa persyaratan umum, antara lain:
- Warga Negara Indonesia (WNI) yang sehat secara fisik dan mental.
- Memiliki ijazah S1 untuk program S2 atau S2 untuk program S3 dari perguruan tinggi terakreditasi.
- Menyiapkan proposal penelitian atau rencana studi yang jelas dan relevan dengan prioritas nasional.
- Mendapatkan surat penerimaan (letter of acceptance) dari perguruan tinggi tujuan.
- Bersedia menandatangani perjanjian ikatan dinas setelah menyelesaikan studi.
Pendaftaran beasiswa LPDP co-funding 2026 rencananya akan dibuka secara online melalui situs resmi LPDP mulai pertengahan tahun 2025. Calon peserta disarankan untuk mempersiapkan dokumen-dokumen pendukung sejak dini, termasuk transkrip nilai, surat rekomendasi, dan bukti prestasi lainnya.
Program co-funding ini merupakan skema pembiayaan bersama antara LPDP dengan mitra, seperti pemerintah daerah, perusahaan, atau institusi lainnya, sehingga dapat memperluas akses beasiswa bagi lebih banyak masyarakat. Informasi lebih lanjut mengenai detail pendanaan dan mitra co-funding akan diumumkan secara bertahap oleh LPDP.



