Di tengah ketegangan politik yang belum mereda antara Amerika Serikat dan Iran, Presiden AS Donald Trump memberikan lampu hijau bagi skuad Timnas Iran untuk menapakkan kaki di lapangan Piala Dunia 2026. Kabar mengejutkan ini disampaikan langsung oleh Presiden FIFA, Gianni Infantino, dalam sebuah pengumuman resmi.
Pembicaraan Langsung antara Trump dan Infantino
Sebagaimana dilaporkan oleh BBC Sport pada Rabu, 11 Maret 2026, Infantino mengungkapkan bahwa ia terlibat dalam pembicaraan intens dengan Presiden Trump pada Selasa, 10 Maret 2026. Dalam pertemuan tersebut, mereka membahas berbagai persiapan teknis dan logistik untuk turnamen sepak bola bergengsi tersebut.
Infantino menyebut bahwa Trump secara eksplisit mempersilakan Iran tetap berpartisipasi dalam Piala Dunia 2026, meskipun hubungan bilateral kedua negara masih diliputi ketegangan. Keputusan ini dianggap sebagai langkah diplomatik yang signifikan dalam dunia olahraga internasional.
Konteks Piala Dunia 2026
Piala Dunia 2026 akan menjadi edisi istimewa karena pertama kalinya diikuti oleh 48 tim nasional, meningkat dari format sebelumnya. Turnamen ini dijadwalkan berlangsung dari 11 Juni hingga 19 Juli 2026, dengan Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko sebagai tuan rumah bersama.
Partisipasi Iran dalam ajang ini sempat dipertanyakan akibat dinamika politik yang rumit, namun keputusan Trump ini membuka jalan bagi tim tersebut untuk bersaing di kancah global. FIFA telah mengonfirmasi bahwa semua persiapan tetap berjalan sesuai rencana, dengan fokus pada kesuksesan penyelenggaraan.
Dengan ini, Iran dipastikan akan bergabung dengan negara-negara lain dalam perhelatan olahraga terbesar di dunia, menambah semangat kompetisi dan harapan bagi para penggemar sepak bola di seluruh dunia.
