KOMPAS.com - Bagi banyak orang, gol "Tangan Tuhan" yang diciptakan Diego Maradona dalam Piala Dunia 1986 adalah momen unik yang akan terus dikenang. Namun, tidak bagi mantan kiper timnas Inggris, Peter Shilton. Gol yang dihasilkan Maradona dengan menggunakan tinju tangan itu selalu mengusik Shilton. Ia tidak bisa menerima gawangnya dibobol dengan cara yang tidak sportif.
Dendam yang Tak Kunjung Padam
Shilton bahkan menaruh dendam terhadap Maradona yang telah meninggal dunia pada 2020 silam. "Hal itu mengganggu saya selama bertahun-tahun. Saya tidak akan berbohong tentang itu sekarang," ujar Shilton kepada Daily Mail.
Gol kontroversial tersebut terjadi pada perempat final Piala Dunia 1986 antara Inggris dan Argentina. Maradona mencetak gol dengan tangannya yang tidak terlihat oleh wasit. Gol itu kemudian dikenal sebagai "Tangan Tuhan" dan menjadi salah satu momen paling kontroversial dalam sejarah sepak bola.
Bagi Shilton, gol itu bukan sekadar kekalahan, melainkan ketidakadilan yang terus membekas. Ia merasa Maradona telah mencuri kemenangan dengan cara curang. Meski Maradona sudah tiada, perasaan Shilton tidak berubah. Ia masih menganggap gol tersebut sebagai noda dalam kariernya.
Shilton juga mengungkapkan bahwa ia tidak pernah memaafkan Maradona. "Saya tidak akan pernah melupakan apa yang terjadi. Itu adalah bagian dari sejarah yang tidak bisa saya hapus," tambahnya.
Kisah ini kembali mencuat setelah wawancara Shilton dengan Daily Mail, yang mengingatkan kembali pada salah satu momen paling kontroversial dalam olahraga. Gol "Tangan Tuhan" tetap menjadi topik perdebatan hingga kini, terutama bagi mereka yang merasakan dampaknya secara langsung seperti Shilton.



