Gojek Jelaskan Penyebab Keluhan 'Krisis Ojol' Saat Ramadan dan Lebaran
Gojek Jelaskan Penyebab Keluhan 'Krisis Ojol' Saat Ramadan

Gojek Ungkap Penyebab Keluhan 'Krisis Ojol' Saat Ramadan

Gojek akhirnya angkat bicara menanggapi ramainya keluhan masyarakat yang kesulitan mendapatkan layanan ojek online (ojol) selama bulan Ramadan dan menjelang libur Hari Raya Idul Fitri. Perusahaan menyebutkan adanya perubahan signifikan dalam pola permintaan layanan.

Perubahan Pola Pemesanan dan Lonjakan Pesanan

Menurut Bambang Adi Wirawan, Head of Driver Operations Gojek, terjadi pergeseran jam sibuk pemesanan yang lebih awal dari biasanya. "Pada periode akhir Ramadan dan menjelang libur Hari Raya Idul Fitri, kami mendapati adanya perubahan pola pemesanan dengan lonjakan tingkat permintaan pada jam-jam sibuk, khususnya di area bisnis di pusat Jakarta," jelas Bambang kepada wartawan pada Kamis, 12 Maret 2026.

Bambang menambahkan bahwa jam sibuk tersebut dimulai lebih awal dibanding hari-hari di luar bulan Ramadan, yakni sejak pukul 15.30 WIB. Lonjakan permintaan kemudian mencapai puncaknya pada rentang waktu pukul 16.00 hingga 18.00 WIB.

Faktor Mudik Driver dan Cuaca Ekstrem

Di tengah lonjakan pesanan yang terjadi, ketersediaan driver justru mengalami penurunan. "Pada periode akhir Ramadan, kami memahami bahwa sebagian dari mitra driver Gojek—khususnya yang beroperasi di kota-kota besar—telah pulang kampung atau mudik lebih awal untuk menghabiskan waktu bersama keluarga," ungkap Bambang.

Faktor cuaca juga turut memperparah situasi. Hujan yang menyebabkan genangan air di beberapa titik jalan serta kepadatan lalu lintas yang meningkat mempengaruhi ketersediaan mitra driver. "Dengan demikian, orderan pelanggan di periode ini seringkali membutuhkan waktu tambahan agar dapat diterima oleh mitra," paparnya.

Langkah Antisipasi dan Tarif Khusus Lebaran

Untuk mengatasi kendala ini, Gojek menghimbau pengguna agar mengalokasikan waktu lebih banyak dalam proses pemesanan dan perencanaan perjalanan. Selain itu, perusahaan akan menerapkan tarif khusus yang berlaku selama libur lebaran.

"Langkah ini penting kami jalankan untuk mengapresiasi mitra driver yang tetap memilih melayani masyarakat di periode libur Hari Raya Idul Fitri," tegas Bambang mengenai kebijakan tarif khusus tersebut.

Grab Juga Alami Tantangan Serupa

Tidak hanya Gojek, platform ojek online lainnya seperti Grab juga menghadapi keluhan serupa dari pengguna. Tyas Widyastuti, Director of Mobility, Food, & Logistics Grab Indonesia, mengakui adanya peningkatan waktu tunggu untuk mendapatkan driver dalam beberapa hari terakhir, terutama di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

"Hal ini terjadi karena dalam beberapa waktu terakhir permintaan layanan mobilitas maupun pengantaran mengalami peningkatan yang cukup tinggi. Pada saat yang sama, ketersediaan Mitra Pengemudi juga turut dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain kondisi cuaca hujan ekstrem yang sempat menyebabkan banjir di sejumlah ruas jalan, serta kepadatan lalu lintas yang lebih tinggi dari biasanya," jelas Tyas dalam keterangannya pada Rabu, 11 Maret 2026.

Tyas menambahkan bahwa tim operasional Grab sedang melakukan berbagai penyesuaian untuk menstabilkan ketersediaan mitra driver dan menjaga kualitas layanan, khususnya di area dengan permintaan tinggi.