Asap tebal akibat kebakaran hutan di Kanada menyelimuti sebagian wilayah timur laut Amerika Serikat menjelang final Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung di Stadion New York-New Jersey, Minggu (19/7/2026) waktu setempat. Kondisi tersebut sempat memicu peringatan kualitas udara di sejumlah wilayah, termasuk New York dan New Jersey, sehingga menimbulkan kekhawatiran terhadap kesehatan pemain maupun puluhan ribu penonton yang akan menghadiri laga.
Ribuan Penonton Terancam Dampak Asap
Dilansir dari Reuters, Jumat (17/7/2026), diketahui lebih dari 80.000 penonton diperkirakan akan memadati Stadion New York-New Jersey untuk menyaksikan partai final antara juara bertahan Argentina dan juara Eropa, Spanyol. Selain itu, sekitar 50.000 orang diperkirakan akan menyaksikan pertandingan melalui acara nonton bersama di Central Park, Manhattan.
Peringatan Kualitas Udara dan Langkah Antisipasi
Peringatan kualitas udara telah dikeluarkan oleh otoritas setempat, terutama di wilayah yang terdampak langsung oleh asap. Otoritas kesehatan merekomendasikan penggunaan masker bagi warga yang berada di luar ruangan, termasuk mereka yang akan menghadiri pertandingan. Pihak penyelenggara Piala Dunia 2026 juga telah menyiapkan rencana darurat, termasuk kemungkinan penundaan pertandingan jika kondisi memburuk.
Dampak pada Kesehatan Pemain dan Penonton
Kekhawatiran utama adalah dampak asap terhadap sistem pernapasan, terutama bagi pemain yang akan berlaga dengan intensitas tinggi. Beberapa pemain Argentina dan Spanyol dilaporkan telah menjalani pemeriksaan kesehatan tambahan sebagai langkah antisipasi. Sementara itu, penonton yang memiliki riwayat penyakit pernapasan disarankan untuk mempertimbangkan kembali kehadiran mereka.
Menurut data dari Badan Perlindungan Lingkungan AS (EPA), Indeks Kualitas Udara (AQI) di beberapa titik di New York dan New Jersey telah mencapai level tidak sehat, terutama bagi kelompok sensitif. Jika kondisi ini berlanjut, bukan tidak mungkin final Piala Dunia 2026 akan menjadi salah satu pertandingan dengan tantangan lingkungan terberat dalam sejarah sepak bola.



