PBSI Lakukan Perombakan Susunan Pelatih Ganda Putra Pelatnas
PBSI Lakukan Perombakan Pelatih Ganda Putra Pelatnas

PBSI Lakukan Perombakan Susunan Pelatih Ganda Putra Pelatnas

Kabid Binpres PBSI, Eng Hian, secara resmi mengonfirmasi adanya perombakan dalam struktur kepelatihan ganda putra pelatnas. Perubahan ini dilakukan untuk meningkatkan performa dan memastikan kesinambungan program pembinaan atlet badminton Indonesia di level internasional.

Struktur Baru Kepelatihan Ganda Putra

Perombakan yang diumumkan oleh PBSI melibatkan penunjukan tiga pelatih baru dalam posisi strategis. Chafidz Yusuf kini dipercaya menjabat sebagai asisten pelatih ganda putra utama, membawa pengalaman dan strategi baru untuk tim inti.

Sementara itu, Andrei Adistia ditetapkan sebagai kepala pelatih pratama, yang bertanggung jawab atas pengembangan bakat-bakat muda. Thomas Indratjaja juga bergabung sebagai asisten pelatih pratama, mendukung program pelatihan di tingkat dasar.

Alasan Dibalik Perubahan Struktur

Menurut Eng Hian, perombakan ini didasarkan pada dua pertimbangan utama. Pertama, kebutuhan akan penyegaran dalam metode pelatihan untuk menghadapi tantangan kompetisi global yang semakin ketat. Kedua, pentingnya menjaga kesinambungan program jangka panjang agar atlet dapat berkembang secara konsisten.

"Perubahan ini bukan sekadar rotasi biasa, tetapi langkah strategis untuk memperkuat fondasi kepelatihan ganda putra Indonesia," jelas Eng Hian dalam pernyataannya.

Dampak dan Harapan ke Depan

Dengan struktur baru ini, PBSI berharap dapat:

  • Meningkatkan kinerja tim ganda putra di turnamen internasional.
  • Mengembangkan bakat muda melalui program pratama yang lebih terstruktur.
  • Menjaga konsistensi pencapaian atlet dari level dasar hingga utama.

Perombakan ini diharapkan membawa angin segar bagi persiapan tim badminton Indonesia menghadapi berbagai kejuaraan mendatang, termasuk Olimpiade dan kejuaraan dunia.