PBSI Awasi Ketat Stagnasi Performa Pebulu Tangkis Senior Apriyani Rahayu
Pengurus Besar Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) saat ini tengah melakukan pengawasan intensif terhadap pebulu tangkis senior Apriyani Rahayu. Hal ini menyusul adanya kekhawatiran terkait stagnasi performa dan penurunan motivasi bertanding yang dialami oleh atlet peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020 tersebut.
Tugas Baru: Bermain Rangkap di Dua Nomor Ganda
Sebagai bagian dari upaya untuk membangkitkan kembali semangat dan prestasinya, Apriyani Rahayu baru-baru ini mendapatkan tugas baru dari PBSI. Ia ditugaskan untuk bermain rangkap di dua nomor, yaitu ganda putri dan ganda campuran. Debut dalam peran rangkap ini akan dilakukannya di turnamen Ruichang China Masters 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada tanggal 10 hingga 15 Maret mendatang.
Di nomor ganda putri, Apriyani tetap akan berpasangan dengan rekannya yang sudah dikenal, Lanny Tria Mayasari. Sementara itu, di ganda campuran, ia akan mengambil peran sebagai mentor bagi juniornya, Taufik Aderya, yang masih berusia 20 tahun. Kombinasi ini diharapkan dapat membawa dinamika baru bagi kedua pasangan.
Harapan PBSI: Dongkrak Prestasi dan Motivasi
Keputusan PBSI untuk menurunkan Apriyani Rahayu sebagai pemain rangkap dinilai memiliki potensi besar dalam mendongkrak prestasi atlet yang pernah meraih emas Olimpiade bersama Greysia Polii ini. Dengan tantangan baru di dua nomor berbeda, diharapkan Apriyani dapat menemukan kembali motivasi bertandingnya yang sempat menurun.
Analisis ahli menunjukkan bahwa pengalaman Apriyani di level internasional bisa menjadi aset berharga, terutama dalam membimbing Taufik Aderya di ganda campuran. Di sisi lain, kemitraannya dengan Lanny Tria Mayasari di ganda putri diharapkan tetap konsisten dan semakin solid.
PBSI berharap bahwa penugasan rangkap ini tidak hanya akan memulihkan performa Apriyani, tetapi juga membuka peluang baru bagi perkembangan bulu tangkis Indonesia di kancah global. Semua mata kini tertuju pada penampilannya di Ruichang China Masters 2026 sebagai titik awal kebangkitan.