Lapas Banjarmasin Bantu Pasarkan Camilan Akar Pinang Buatan Narapidana
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin, Kalimantan Selatan, telah mengambil langkah inovatif dengan membantu para narapidana memasarkan produk camilan buatan mereka, khususnya akar pinang, ke toko pusat oleh-oleh di kota setempat. Inisiatif ini bertujuan untuk memberikan keahlian ekonomi dan mempersiapkan mereka menghadapi kehidupan setelah bebas.
Harapan dan Proses Produksi
Seorang narapidana berinisial ST mengungkapkan rasa syukurnya karena produk camilan akar pinang yang dibuatnya bersama rekan-rekan kini terpajang di toko pusat oleh-oleh. "Awalnya tidak tahu cara membuatnya, sekarang sudah mulai terbiasa. Semoga jadi bekal usaha nanti," kata ST, seperti dikutip dari situs Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan pada Selasa, 21 April 2026.
ST juga mengaku bahwa kegiatan produksi ini membuat waktu berlalu lebih cepat dan memberikan manfaat psikologis. Selain akar pinang, Lapas Banjarmasin juga menyelenggarakan pelatihan kemandirian lainnya, seperti pembuatan keripik tempe, untuk mendiversifikasi keterampilan para narapidana.
Dukungan dari Pihak Lapas
Kepala Lapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menekankan bahwa pembinaan di lapas tidak hanya fokus pada pembentukan karakter, tetapi juga pada pemberian keahlian yang memiliki nilai ekonomi. "Kami berupaya menghadirkan pembinaan yang tidak hanya bersifat pembentukan karakter, tetapi juga memberikan keahlian yang memiliki nilai ekonomi dan dapat menjadi bekal setelah bebas," jelasnya.
Senada dengan itu, Kepala Seksi Kegiatan Kerja, Bagus Paras Etika, menambahkan bahwa produk olahan seperti akar pinang memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan. "Dengan kualitas yang terus kami jaga, kami optimistis produk Warga Binaan mampu bersaing dan diterima di pasar yang lebih luas," ungkapnya.
Deskripsi Produk Akar Pinang
Camilan akar pinang merupakan olahan berbahan dasar adonan tepung yang dibentuk menyerupai akar pinang. Dengan teknik pemilinan khusus dan proses penggorengan yang tepat, produk ini menghasilkan tekstur renyah serta cita rasa gurih yang khas, sehingga diminati oleh masyarakat luas. Inovasi ini tidak hanya meningkatkan kualitas hidup para narapidana, tetapi juga berkontribusi pada perekonomian lokal.
Langkah Lapas Banjarmasin ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi institusi serupa di Indonesia dalam mendukung reintegrasi sosial narapidana melalui pelatihan produktif dan pemasaran yang berkelanjutan.



