Misteri seorang wanita yang diduga melompat ke jurang di Jalan Paledang, Bogor Tengah, Kota Bogor, masih belum terungkap. Tim SAR telah menghentikan pencarian setelah tidak menemukan tanda-tanda orang jatuh. Wanita tersebut disebut-sebut melompat ke jurang sedalam 5 meter pada Kamis (23/4) malam setelah terlibat pertengkaran dengan seorang pria.
Kejadian ini pertama kali diketahui setelah warga melapor ke polisi sekitar pukul 23.00 WIB. Kanit Reskrim Polsek Bogor Tengah, Ipda Budi Setiawan, membenarkan adanya laporan tersebut. "Betul, informasi kejadiannya diterima sekitar pukul 23.00 WIB. Jadi dia loncatnya semalam, sampai sekarang belum ketemu," kata Budi saat dikonfirmasi.
Dalam video yang beredar di media sosial, tampak warga berkerumun di jembatan pinggir jalan raya. Mereka melihat ke arah bawah jembatan. Petugas BPBD, Damkar, dan kepolisian menyisir pepohonan di tebing untuk mencari wanita tersebut. Budi mengatakan pencarian dilakukan sejak Kamis malam oleh tim SAR, Damkar, polisi, dan warga sekitar. Jurang tempat wanita itu melompat memiliki kedalaman sekitar 5 meter dengan dasar kering.
"Jadi loncatnya bukan ke Kali Cisadane, tetapi ke jurang. Di situ juga banyak pohon, bisa jalan kaki. Posisi jurangnya miring, tidak langsung jatuh ke tengah," jelas Budi. Pencarian dilakukan hingga pukul 02.00 WIB, namun wanita tersebut tidak ditemukan dan pencarian dihentikan sementara.
Kronologi Kejadian
Menurut keterangan saksi berinisial AF, wanita tersebut terlihat berjalan kaki dengan seorang pria yang diduga pacarnya. Saksi tidak mengenal keduanya. Tak lama kemudian, terjadi pertengkaran di antara mereka. Wanita itu kemudian berlari ke arah jurang dan melompat. "Terlihat terjadi pertengkaran, yang kemudian perempuan tersebut lari ke arah jurang," ujar Ipda Budi.
Pencarian Dihentikan
Pencarian kembali dilanjutkan pada Jumat (24/4) pagi pukul 08.00 WIB, namun dihentikan pada pukul 10.30 WIB. Lurah Paledang, Ali Firdaus, menjelaskan alasan penghentian pencarian. "Tadi pagi jam 08.00 dilanjut pencarian. Kemudian ada pertimbangan, Pak Lurah ini nggak kelihatan ada tanda-tanda si cewek jatuh. Kami hentikan jam 10.30 karena menjelang Jumat juga," kata Ali.
Ali telah memberikan informasi ciri-ciri wanita tersebut kepada warga setempat. Pencarian dihentikan karena tidak ada tanda-tanda orang terjatuh di jurang. "Sambil kita cari informasi ke warga, sudah dikasih tahu ciri-cirinya, barangkali ada yang melihat. Sampai sekarang belum diketahui keberadaannya. Tidak ditemukan tanda-tanda terjatuh atau hanyut terbawa air," ucap Ali.
Tim SAR telah melakukan pencarian sejak Kamis malam hingga dini hari, dan dilanjutkan pada pagi hingga siang. Pencarian dilakukan hingga aliran Sungai Cipakancilan, namun wanita tersebut belum ditemukan. "Tim BPBD, Damkar, relawan sudah turun, cari sampai jam 02.00 WIB belum ketemu. Malam tadi tidak ditemukan indikasi si cewek itu terjatuh atau bergulingan hingga jatuh ke sungai," kata Ali.
"Semalam kita juga sempat menutup air sungai di bendungan, barangkali termonitor, tapi tidak ketemu apa-apa. Jadi memang misterius, tidak tahu kabur atau ke mana," imbuhnya. Hingga berita ini diturunkan, keberadaan wanita tersebut masih belum diketahui.



