Baru Sebulan Menikah, Suami di Sulawesi Utara Tega Bunuh Istri Pakai Badik
Sebuah tragedi memilukan terjadi di Desa Ratatotok, Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara. Seorang pria bernama Noval Makasele (28) dengan kejam membunuh istrinya, AP (17), menggunakan senjata tajam tradisional badik. Yang lebih menyayat hati, peristiwa mengerikan ini terjadi saat usia pernikahan pasangan tersebut baru menginjak satu bulan.
Kronologi Kejadian Mengerikan
Menurut informasi yang dihimpun dari Kasi Humas Polres Minahasa Tenggara, Ipda Valentin Lakidong, peristiwa pembunuhan ini terjadi pada hari Minggu (12/4/2026) sekitar pukul 23.30 Wita. "Informasi yang kami dapat, korban dan pelaku baru sebulan menikah," jelas Valentin dengan nada prihatin.
Valentin menjelaskan bahwa sebelum pembunuhan terjadi, pelaku terlebih dahulu mengurung istrinya di dalam kamar. Situasi kemudian memanas ketika keduanya terlibat dalam cekcok hebat. Dalam keadaan emosi yang tak terkendali, Noval kemudian mengambil badik dan mulai menikam istrinya berulang kali.
"Motif sementara diduga karena cemburu, berdasarkan kronologi dari pengakuan tersangka," ungkap Valentin lebih lanjut. Bahkan saat korban berusaha melarikan diri untuk menyelamatkan diri, pelaku terus melanjutkan aksi penikaman tanpa ampun.
Faktor Pemicu dan Dampak Tragedi
Kasus ini menyoroti beberapa aspek mengkhawatirkan:
- Usia pernikahan yang sangat muda - Pasangan ini baru menjalani bahtera rumah tangga selama satu bulan
- Motif kecemburuan yang berujung pada kekerasan ekstrem
- Penggunaan senjata tradisional badik yang memperparah luka korban
- Usia korban yang masih remaja - AP baru berusia 17 tahun
Insiden ini terjadi di wilayah yang seharusnya menjadi tempat paling aman bagi seorang istri - yaitu rumah tangga mereka sendiri. Kekerasan yang berawal dari perselisihan rumah tangga ini berubah menjadi tragedi mematikan yang merenggut nyawa seorang remaja perempuan.
Respons Aparat dan Masyarakat
Kepolisian Resor Minahasa Tenggara telah mengamankan pelaku dan sedang melakukan penyelidikan lebih mendalam terhadap kasus ini. Masyarakat setempat dilaporkan masih dalam kondisi shock menyaksikan tragedi yang menimpa keluarga muda tersebut.
Kasus ini kembali mengingatkan kita tentang pentingnya penyelesaian konflik rumah tangga secara sehat dan damai. Kekerasan, apapun alasannya, tidak pernah menjadi solusi yang tepat. Pendidikan tentang resolusi konflik dan pengendalian emosi dalam rumah tangga menjadi hal yang semakin mendesak untuk diperhatikan.
Keluarga korban saat ini sedang berduka atas kepergian AP yang masih sangat muda. Sementara Noval Makasele harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum. Tragedi di Ratatotok ini menjadi catatan kelam tentang bagaimana emosi yang tak terkendali dapat menghancurkan kehidupan dalam sekejap.



