Pria Positif Narkoba Bunuh Ibu Tiri di Tangerang Gara-gara Tak Dipinjami Ponsel
Seorang pria berinisial NS (25) telah membunuh ibu tirinya berinisial W (45) di Kampung Babakan, Binong, Curug, Kabupaten Tangerang. Motif kejahatan ini terungkap karena pelaku tidak dipinjami ponsel korban untuk bermain gitar. Polisi menyatakan bahwa tersangka dinyatakan positif mengandung zat narkoba jenis metamfetamin, amfetamin, dan benzodiazepam.
Motif Pembunuhan yang Sepele
Kasat Reskrim Polres Metro Tangsel, AKP Wira Graha, menjelaskan bahwa pelaku mengalami emosi yang meluap karena permintaannya untuk meminjam ponsel korban ditolak. "Pelaku mau pinjam HP korban untuk bermain gitar, namun korban tidak memberikan dan memarahi pelaku. Serta akumulasi dari emosi sebelum-sebelumnya," tuturnya dalam keterangan resmi pada Minggu (19/4/2026). Penolakan sederhana ini memicu aksi brutal yang berakhir dengan tragedi.
Kronologi Kejadian yang Menggemparkan
Peristiwa pembunuhan ini terjadi pada hari Jumat (18/4) di wilayah Kampung Babakan. Polisi menerima laporan melalui call center 110 mengenai adanya tindak kekerasan yang berujung maut. Tim Satreskrim Polres Tangerang Selatan bersama Polsek Curug segera bergerak untuk melakukan olah TKP dan memeriksa saksi-saksi yang ada.
Korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan luka di kepala akibat kekerasan benda tumpul. Pelaku menggunakan palu dan pisau sebagai alat pembunuhan, yang menyebabkan pendarahan hebat pada korban. Jenazah perempuan berusia 45 tahun itu ditemukan berlumuran darah sebelum akhirnya dibawa ke RSUD Tangerang untuk proses lebih lanjut.
Pelaku Ditangkap Kurang dari 24 Jam
AKP Wira Graha mengungkapkan bahwa kurang dari 24 jam setelah kejadian, pelaku berhasil diamankan. Penangkapan dilakukan pada Sabtu (18/4) pukul 05.00 WIB di daerah Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, Banten. "Sudah kami tangkap pelakunya kemarin jam 5 pagi di daerah Kecamatan Periuk, Kota Tangerang," tegasnya.
Pengungkapan cepat ini menunjukkan keseriusan aparat dalam menangani kasus kriminal yang melibatkan kekerasan dalam keluarga. Polisi juga menekankan bahwa hasil tes narkoba terhadap pelaku memperkuat dugaan bahwa penggunaan zat terlarang turut memengaruhi perilaku agresifnya.
Kasus ini menjadi peringatan keras mengenai bahaya narkoba dan potensi konflik keluarga yang dapat berujung fatal. Masyarakat diimbau untuk lebih waspada dan segera melaporkan jika ada indikasi penyalahgunaan narkoba atau kekerasan di lingkungan sekitar.



