Mahasiswa Bogor Meninggal dengan Mulut Berbusa di Kamar Kos, Diduga Sakit
Mahasiswa Bogor Meninggal dengan Mulut Berbusa di Kos

Mahasiswa Bogor Meninggal dengan Mulut Berbusa di Kamar Kos, Diduga Sakit

Seorang mahasiswa berinisial KS (22) ditemukan tak bernyawa di kamar kosnya di kawasan Desa Babakan, Kecamatan Dramaga, Bogor, Jawa Barat. Korban ditemukan dalam keadaan mulut berbusa, menimbulkan tanda tanya besar di kalangan warga dan pihak berwenang.

Kronologi Penemuan Jenazah

Kapolsek Dramaga AKP AM Zalukhu mengonfirmasi bahwa jenazah korban ditemukan pada hari Rabu (15/4/2026). Berdasarkan keterangan saksi, korban sempat mengeluh sakit dan berobat di klinik salah satu kampus di daerah tersebut sebelum kejadian.

Saksi terakhir melihat korban pada Selasa malam sekitar pukul 20.00 WIB, di mana mereka masih berkomunikasi. Setelah itu, saksi beristirahat di kamarnya sendiri tanpa mencurigai hal aneh.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Upaya Membangunkan dan Penemuan Mengerikan

Pada pagi harinya, saksi mencoba membangunkan korban untuk berangkat kuliah. Namun, tidak ada respons sama sekali, bahkan ketika pintu kamar kos digedor keras.

"Saksi kemudian meminta bantuan orang lain untuk membuka paksa pintu kos tersebut," jelas Zalukhu. Saat pintu berhasil dibuka, korban sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dengan mulut mengeluarkan busa, sebuah pemandangan yang mengejutkan bagi semua yang hadir.

Langkah Selanjutnya dan Investigasi

Jenazah korban segera dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan visum luar guna menentukan penyebab kematian yang pasti. Setelah proses tersebut selesai, pihak keluarga mengambil alih jenazah untuk dimakamkan.

Polisi masih menyelidiki kasus ini lebih lanjut, termasuk mengecek riwayat kesehatan korban dan kemungkinan faktor lain yang berkontribusi. Masyarakat diimbau untuk tidak berspekulasi sembarangan sambil menunggu hasil resmi dari otoritas terkait.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga