Miliarder China Guo Wengui Divonis 30 Tahun Penjara karena Penipuan Rp 17,9 Triliun
Guo Wengui Divonis 30 Tahun Penjara Penipuan Rp 17,9 T

Seorang miliarder asal China yang hidup dalam pengasingan di Amerika Serikat, Guo Wengui, dijatuhi hukuman 30 tahun penjara setelah dinyatakan bersalah dalam kasus penipuan investasi yang mencapai lebih dari 1 miliar dollar AS atau sekitar Rp 17,9 triliun (kurs Selasa, 30 Juni 2026). Vonis tersebut dibacakan oleh Hakim Distrik AS Analisa Torres di Pengadilan Federal Manhattan, New York, pada Senin (29 Juni 2026) waktu setempat.

Hakim: Guo Eksploitasi Pendukung yang Ingin Perubahan Politik di China

Dalam putusannya, Hakim Torres menyatakan bahwa Guo Wengui memanfaatkan para pendukungnya yang berharap dapat mendorong perubahan politik di China untuk mengumpulkan dana demi membiayai gaya hidup mewahnya. "Dia menargetkan orang-orang yang ingin membawa demokrasi ke China," kata Torres, dikutip dari Associated Press, Senin (29 Juni 2026).

Guo Wengui, yang juga dikenal dengan nama Miles Guo, adalah seorang pengusaha kontroversial yang sebelumnya menjadi kritikus vokal terhadap Partai Komunis China. Ia melarikan diri ke Amerika Serikat pada tahun 2014 dan sejak itu tinggal di pengasingan. Selama di AS, ia membangun basis pendukung melalui media sosial dan platform daring, mengklaim dirinya sebagai pejuang demokrasi dan korban ketidakadilan di China.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Skema Penipuan Investasi yang Merugikan Ribuan Korban

Jaksa penuntut dalam persidangan mengungkapkan bahwa Guo menjalankan skema penipuan investasi yang rumit, dengan menjanjikan keuntungan besar kepada para investor melalui berbagai proyek bisnis fiktif. Ia mengumpulkan dana dari ribuan korban di seluruh dunia, termasuk banyak warga Amerika keturunan China yang simpati terhadap perjuangan politiknya. Namun, uang tersebut tidak digunakan untuk tujuan investasi, melainkan untuk membiayai kehidupan mewah Guo, termasuk pembelian properti mewah, jet pribadi, dan barang-barang mahal lainnya.

Penipuan ini terungkap setelah penyelidikan oleh Biro Investigasi Federal (FBI) dan otoritas keuangan AS. Guo ditangkap pada tahun 2023 dan didakwa dengan berbagai tuduhan, termasuk penipuan surat berharga, pencucian uang, dan konspirasi. Setelah melalui proses persidangan yang panjang, ia dinyatakan bersalah pada awal tahun 2026.

Dampak Hukuman dan Reaksi Publik

Hukuman 30 tahun penjara ini merupakan salah satu yang terberat dalam kasus penipuan investasi lintas batas. Hakim Torres menekankan bahwa tindakan Guo tidak hanya merugikan secara finansial, tetapi juga mengkhianati kepercayaan orang-orang yang benar-benar percaya pada perjuangan politiknya. "Ini adalah pengkhianatan terhadap keyakinan dan harapan mereka," tambah Torres.

Putusan ini disambut positif oleh para korban dan pengamat hukum. Banyak yang berharap hukuman ini memberikan efek jera bagi pelaku penipuan serupa di masa depan. Sementara itu, pihak keluarga Guo menyatakan akan mengajukan banding, mengklaim bahwa proses persidangan tidak adil dan dipengaruhi oleh tekanan politik.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga