Bohim Tewaskan Teman di Kosan Usai Cemburu Lihat Eks Istri Berduaan
Seorang pria berinisial IS alias Bohim (40) diduga melakukan pembunuhan terhadap temannya sendiri, M alias Marlin (40), di sebuah kamar kos di Kota Bandung. Motif kejahatan ini diduga kuat karena rasa cemburu yang mendalam, setelah pelaku melihat mantan istrinya sedang berduaan dengan korban di dalam kamar tersebut.
Kronologi Kejadian di Kosan Wisma Putra
Peristiwa tragis ini terjadi pada hari Jumat, 17 April 2026, sekitar pukul 00.30 WIB. Lokasinya berada di sebuah indekos di Jalan Sandang, Kelurahan Sukamulya, Kecamatan Cinambo, Kota Bandung. Menurut keterangan dari Kasat Reskrim Polrestabes Bandung, AKBP Anton, pelaku mengalami sakit hati dan cemburu saat menyaksikan mantan istrinya bersama korban di kamar kos.
"Jadi untuk motif yang kami dapatkan setelah melakukan pemeriksaan, diduga pelaku sakit hati dan cemburu ketika melihat mantan istrinya lagi berada di kamar dengan korban," jelas AKBP Anton. Insiden ini berawal dari pertemuan tidak terduga yang berujung pada konflik mematikan.
Korban Melawan Sebelum Ditusuk Tujuh Kali
Dalam kejadian tersebut, korban sempat melakukan perlawanan dengan memukul pelaku. Namun, aksi ini justru memicu kemarahan lebih besar dari Bohim. Pelaku kemudian mengambil pisau yang berada di dalam kamar dan menyerang korban dengan brutal.
"Berdasarkan keterangan dari pelaku, di situ korban melakukan pemukulan kepada pelaku. Kemudian pelaku mengambil pisau yang berada di kamar dan pisau tersebut ditusukkan kepada korban. Ditemukan lebih kurang tujuh tusukan di sekujur tubuhnya," papar AKBP Anton. Setelah melakukan penusukan, pelaku langsung melarikan diri dari lokasi kejadian.
Pelaku Kabur Bersama Mantan Istri
Setelah menewaskan Marlin, Bohim tidak hanya melarikan diri sendiri, tetapi juga mengajak mantan istrinya untuk ikut kabur. Tindakan ini menunjukkan upaya pelaku untuk menghindari tanggung jawab atas perbuatannya. Polisi kini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap detail-detail lain dari kasus ini, termasuk latar belakang hubungan antara pelaku, korban, dan mantan istri tersebut.
Kasus pembunuhan ini menyoroti betapa emosi cemburu dapat berubah menjadi kekerasan fatal. Masyarakat diingatkan untuk selalu menyelesaikan konflik dengan cara yang damai dan menghindari tindakan impulsif yang dapat merugikan banyak pihak. Kejadian di kosan Wisma Putra ini menjadi pelajaran penting tentang pentingnya pengendalian diri dalam situasi emosional.



